"Nih ada mandor yang suka meres rakyat..."
.....
"Ntar lu, kesono, gituin. nih nyang disini begini. Hei lu jangan bengong aja, lu mesti ngomong...."
K2 pulang dulu, Sayang. Jangan nangis ya, semangat! Perjuangan memang berat untuk dilalui dan kita akan selalu bersama. Tersenyumlah selalu bahwa selalu yang terbaik akan datang untuk kita. Dan untuk anak-anak kita nanti.
Sayang, banyak cerita hari2 ini. Membawa kita dalam kebersamaan. Menghantar kita memandang bahwa bumi Allah ini teramat luas, teramat mahal untuk kita bila tidak selalu bersyukur pada shalat kita, ibadah kita dalam keseharian. Sayang, kangen selalu K2 padaku istriku cantik.

Terminal 3 menemani perjalanan ini. "Cantik, k2 datang, Sayang." Hmm..indahnya..dingin ac juga suasana masih pagi sekali. Pukul 05.45 WIB berjalannya waktu.
Cerita pagi, bangun tersadar tiba-tiba. Merasa ga ada apa-apa eh ya mesti terbang. Alhamdulillah, semangat. Naik omprengan, lumayan sepi. Penumpang sendiri. Pasar LA atas, nunggu taxi. Waaa...ada...tapi salah stop!!! Dikira express taxi ternyata.... transport taxi. Tidak ada no pintu, tidak ada tanda pengenal supir. Menenangkan hati bahwa argonya bener jalan untuk tarif bawah, ukur2 kekuatan kalo mesti kelahi hehe... Lagu2 nostalgia membawa diri untuk selalu waspada. Melek2...terlalu su'udzon dari lagu yang didengar dikhawatirkan tanda untuk suatu tindakan hehe.... Kebanyakan nonton film detektif wkwk... Alhamdulillah sampe juga Bandara Soeta, Terminal 3. Bayar Rp.115.000. Walau sebenarnya g segitu, supirnya minta lagi tambahan untuk tiket tol keluar bandara. Bagi2 rizki dengan beramal, niat yang indah kan hmm... O y tiket tol dari pintu tol pancoran Rp.7000 dan pintu tol bandara Rp.5000. Siip kan.
Menunggu dengan sebungkus kacang ijo dari Mak semalem pas taruh nitip motor. Alhamdulillah ada rizkinya. Masuk terminal, lapor cek in bayar Rp.150.000 untuk airport tax. Cukup mengisi perut antara lapar dan mual yang tidak jelas. Untungnya tidak keluar lagi. Nonton TV National Geografi, para hewan buas di daratan afrika sedang berburu untuk makan. Haha walau tidak ada efek pembangkit selera. Salam2 dengan istri di YM, pamitan dengan temen2 kantor dengan whatsapp. Menunggu waktu terbang pukul 6.25 WIB.
Pas waktu juga untuk berangkat. Masih pagi, masih semangat. Duduk dipinggir koridor, memilih karena memilih yg tinggal seorang. Biasanya kalo seperti itu dua teman duduk adalah keluarga atau ada pertemanan. Bisa tidur, bisa ngiler hehe... gimana ya orang-orang itu melihatnya? "Jajan-jajan!" ...membangunkan hmm... ada yang menarik untuk istriku sayang. I always love you, my pretty. Jangan tanya harga, terpenting bisa terbaik wuiii...
"Salam sejahtera, Tuan2 dan Puan2...." Ruang kursi tunggu pemberangkatan. Siip da di Terminal LCC. Masuk imigrasi KL, mestinya ada ada kartu pengisian masuk negara tetapi tadi ga ada. Langsung masuk pintu imigrasi, ya pastinya sudah pernah terdata nih orang cuma transit doang, lancar aja. Buru2 deket pipis. Da hapal jalan2nya, lurus2 aja deh. Masih terlalu awal untuk terbang nanti pukul 12.10 waktu KL, kalo Di Indonesia pukul 11.10 WIB. Perbedaan waktu satu jam, namun di HT, sama dengan di Indonesia. Wah..ngantuk lagi nih. Tulis2 tapi liyep2 hihi...
AK 890, Airasia yang membawa dari Kuala Lumpur ke Hat Yai.
Wacana yang ditampilkan adalah Hotel Kopsul. Tempat untuk beristirahat yang mudah, praktis, aman dengan harga sewa yang murah. Hotel Kapsul terdiri dari ruangan yang kecil atau seperti kamar-kamar di warung Telkom atau warung internet di Indonesia. Hotel Kapsul ini baru banyak berkembang di luar negeri. Mungkin dari kebutuhan dan permintaan lebih besar karena mobilisasi atau banyak masyarakat yang berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain sampai satu negara ke negara lain. Juga telah berkembang fasilitas kabin-kabin eksekutif seperti di pesawat udara.
Konsep Hotel Kapsul ini sangat menarik perhatian, dengan kehidupan di Indonesia pun dapat berkembang dengan baik. Kita dapat melihat begitu banyaknya orang-orang yang akan bepergian di terminal bis, stasiun kereta api dan bandara udara. Terkadang waktu menunggu antar jadwal pemberangkatan tidak terlalu lama, namun bila menunggu dalam jangka waktu 12 jam tetap terhitung lama. Jika menginap di hotel tentu mahal tarifnya. Ada juga hotel yang menyediakan kamar Rp.50 ribu per jam dan bila dihitung 12 jam, nilainya akan sama dengan menginap satu hari satu malam. Bila harga sewa Hotel Kapsul di Jepang USD 18 per malam yang sama dirupiahkan menjadi sekitar Rp.170 ribuan tentu masih terhitung lebih murah untuk di Indonesia.
Tempat penghubung antara terminal bis, stasiun kereta api dan bandara udara di Kota Tokyo – Jepang, Kota Kuala Lumpur – Malaysia atau Kota Singapura – Singapura yang sering disebut Sentral, tempat bertemunya orang-orang yang ingin bepergian atau transit terdapat penyewaan kotak penitipan barang seperti penitipan barang di mesjid. Para pelancong dapat bepergian dengan leluasa tanpa terganggu oleh tas, koper dan barang bawaannya dengan menggunakan jasa penyewaan kotak penitipan barang. Makin berkembang kebutuhan, Hotel Kapsul sebagai tempat beristirahat sementara tentunya membuat semakin banyak kemudahan yang didapat bagi para pelancong. Tidak hanya menghilangkan kesulitan ketika bepergian jauh namun juga dapat meningkatkan pariwisata. Penerbangan ke Indonesia timur seperti Maluku dan Papua waktunya pada tengah malam untuk memperkirakan sampai di sana pagi hari. Jeda waktu menunggu saat pulang kerja sampai menunggu saat penerbangan tentunya melelahkan, jika terdapat Hotel Kapsul tentunya dapat menghilangkan kepenatan sejenak. Pilihan terbaik dan cocok pula untuk di Indonesia. Prospek bisnis jasa penyewaan tempat istirahat terbaik dan menjanjikan di masa yang akan
datang tentunya. Siap mencoba?

Malam mengalir untuk menyatakan cerita bahwa ada pertemuan di tanggal 7 Mei. Pertemuan rizki hidup dari yang terpilih, menjadikan pendamping hehe…siapa sih?? Wuii… Mo melihat dari kitab primbon orang bali, bisa menyenangkan hati atau malah jadi merengut. Baik, kita bahas.
Terlahir, tertulis berwatak agung dan suka menaruh belas kasihan, tetapi sedikit pemalu. Ingatannya tajam dan gampang mengkonsentrasikan pikiran. Ia bisa berhasil dengan baik dalm menempuh perjalanan hidupnya.
Wah keren nih, tentu menyenangkan hati dong. Memberikan kebanggaan bahwa dari yang agung ini bisa memberikan keagungan pula bagi orang-orang disekitarnya, ya ga sih ya kita lihat orangnya hmm…sepertinya cocok deh. Jelasnya, para mahasiswanya mengacungkan banyak jempol, gimana belajarnya, online terus, update status terus hehe… Ga tahu mereka…ada tugas apa tidur ya pilih tidur, besok pagi da selesai kok, tapi jangan ditiru karena besok paginya dikerjain buru-buru hehe… ngikutin wah kelaut aja deh…
Pancawara: Paing: Rajin, tetapi sering bengong-bengong/melamun. Namun demikian kemauannya serius.
Nah ini da mulai ada yang aneh dari sifat yang diceritakan di primbon bali hehe… tapi tetep terakhirnya, ada kata serius yang artinya bisa panjang ceritanya dan tentu bisa dilihat dari apa yang sudah didapat saat ini. Alhamdulillah, tetap selalu bersyukur, bisa menampilkan yang terbaik dan tentu akan memberikan yang terbaik nantinya.
Lintang: Dupa: Berbudi luhur, jujur dan setia terhadap teman. Gerak-gerik serta penampilannya cukup menarik, serta senang terhadap ragam jenis pekerjaan. Giat bekerja dan taat pada janji, namun sering pikirannya bingung.
Jika melihat foto-fotonya dari kecil sampai sekarang, ga ada yang tidak tersenyum dan tentu bisa dilihat orangnya ramai, ramah, supel, da pake geng-geng segala lho ya namanya juga ABG (waktu itu…) hehe… sepertinya apa aja ingin diraih, Alhamdulillah didapat, dan jika ada pernyataan kok jadi bingung apa yang dipikirkan ya lumrah aja. Semua akan dikerjakan, wah ini mesti belajar memanage pekerjaan dan mesti dilakukan juga supaya bisa membagi ilmu dan pengetahuannya. Salah bagi orang lain tentu menjadi koreksi dan diri sendiri menjadi masukan yang lebih baik, akan ada timbul pengetahuan baru atau malah ilmu baru. Hmm…sepertinya.
Pararasan: Laku Bintang. Pendiam, lemah lembut hatinya, tak tahan melek, bicaranya berharga, kehendaknya sukar dicegah, tidak mempunyai saudara, mempunyai gagasan berdagang.
Kok sepertinya seiring sejalan ya hehe…ya namanya juga ramalan dari perhitungan orang-orang tua yang mau mencatatnya perilaku kehidupan manusia. Mengukur dari tiap-tiap gerak-geriknya yang menjadi (seakan) arah untuk menapak kehidupan manusia selanjutnya. Bila didapat baik ya diikuti dan diharapkan terus menjadi baik dan menjadi terbaik. Bilapun tidak ya bisa merubahnya menjadi baik dan menjalankan yang benarnya.
Pancasuda: Bumi Kepetak, Malas bepergian, bertahan pada prinsip, rajin sembarang kerja, teguh/mantap melakukan tugasnya, punya keinginan bertapa.
Hehe…cerita terus berlanjut dan sepertinya asyik-asyik aja. Tentunya selalu ada kebahagiaan dong ya hmm…ya tentunya makin tidak lupa akan Sang Pencipta bahwa diri ada karenaNya dan bisa memegang amanah yang diberikan.
SELAMAT ULANG TAHUN, CANTIK
Bukan bermaksud wisata kuliner, perjalanan pulang kerja serta merasa perut waktunya makan malam hehe.. dan dilalah kok mesti lewat situ karena jalan yang biasa dilewati ternyata tutup jadi mesti mengikuti jalan jalur lama yaitu memutar dan disini rizkinya.

Jika kita dari arah jalan casablanca memutar di bawah flyover stasiun Tebet untuk masuk ke jalan Tebet Utara. Melewati café-café kehidupan malam yang selalu meriah dibilangan Tebet. Belok kiri di pertigaan Seven Eleven lalu belok kanan. Terus mengikuti jalan sampai bertemu kembali pertigaan, belok kiri ke arah pasar Tebet Timur. Kira-kira 200 meter setelah lapangan bola samping pasar, posisi ada di sebelah kanan pas di pojok depan masuk gang, emperan bengkel motor jika siang hari terdapat warung nasi uduk pecel lele. Istimewanya apa kok sampe mesti ditulis berkesan hehe… Cara makan lesehan ala suasana jawa waa.. kesannya Jakarta bukan di Jawa ya hehe… Nasi uduknya gurih, malah seperti nasi ulam, nasi yang ditanak dengan kaldu. Porsinya hmm…pas deh kalo yang lagi laper… Mo pesen apa ala warung nasi uduk ada. Lele goreng, Ayam goreng mo paha atau dada, pilih saja. Dan penentu rasa, yaitu sambal tomatnya wah mlekoh-mlekoh, kalo katanya Pak Bondan,”mak nyuuus….!!” Ditambah dengan lalapan yang ragamnya banyak, biasanya 2 jenis tapi ini bisa 3 jenis. Umumnya daun kemangi dan timun atau ditambah kubis namun ini lalapan semua itu ada ditambah selada, wah jadi 4 jenis y. “Mak nyuus” deh hehe… Di sajikan di lemper tanah (piring yang terbuat dari tanah liat), menyatu di dalamnya, membedakan pesona makan malam nih.
Sambel tomat mlekoh-mlekoh ini jadi inget pas penelitian di PLTU Suralaya. Disana ada taman yang berhadapan dengan selat sunda, pada saat jam makan siang banyak orang yang beristirahat di sana dan ada warung nasi uduk yang terkenal dengan lele goreng dan sambelnya itu. Buka dari jam 11 sampe jam 13, namun belum beduk Dzuhur, biasanya da habis hehe… Y seperti sedikit sih yang beli, karyawan di situ, paling tidak hanya karyawan PLTU dan pabrik-pabrik atau orang-orang dari pelabuhan tetapi pas jam makan siang seperti jadi tempat wisata.
Lho kok jadi cerita yang lain hmm…ya paling tidak baru kali ini ada yang nyamain…sampai-sampai ini jadi pesen nasi uduk dengan lele goreng lagi untuk di bawa pulang. Pas lagi ditraktir hehe… Makasih ya.. Da ngasih tahu, traktir lagi. Kepikir nanti balik lagi deh kapan-kapan tentunya dengan…tersayang dong hehe… memang favorit food to dinner ya itu hehe… “Mo makan apa, Cantik?” Pasti jawabnya,”Terserah!” Nah jadinya ya itu lagi, “nasi uduk lele goreng” atau “pecel lele” plus es teh manis. Ditanya namanya hmm…tadi yang keinget hanya warung nasi uduk hihi… penasaran?? Cari deh. Met cari, met wisat kuliner, dan met belajar…besok ujian hehe…siip. Insya Allah nanti Sayangku membuatkan jadi makannya bisa nambah-nambah hehe…