Senin, 24 Maret 2025

renungan di waktu shubuh pada bulan ramadhan

Kultum Ramadhan - Shubuh 19 Ramadhan 1446 H / 19 Maret 2025 M - “Manusia Paling Bermanfaat dalam Islam"  


Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, was shalatu was salamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. 

Amma Ba’du.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga kita dapat menunaikan ibadah puasa dan shalat Shubuh di bulan yang penuh berkah ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad  ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman. 


Hadirin jamaah shalat subuh yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,

  

Setelah kita menjalankan shalat subuh berjamaah, marilah kita meluangkan waktu sejenak untuk merenungi satu pesan penting dari Rasulullah ﷺ yang telah kita bahas tadi malam:  


"Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruquthni)  


Maka setelah kita mengetahui ‘makna manusia yang paling bermanfaat’, kini saatnya kita bertanya kepada diri sendiri: ‘Bagaimana caranya kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat?’  


1️. Manusia Bermanfaat adalah manusia yang Memiliki Tujuan Hidup  

Allah ﷻ telah menjelaskan dalam Al-Qur'an bahwa manusia diciptakan dengan tujuan:  


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ  


"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)  


Artinya, setiap amal perbuatan kita harus bernilai ibadah dan memberikan manfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.  


Jika seorang pedagang, ia berjualan dengan jujur.  

Jika seorang guru, ia mengajarkan ilmu dengan ikhlas.  

Jika seorang pemimpin, ia memimpin dengan adil.  

Jika seorang pemuda, ia membantu dan menghormati orang tua.  


Semua profesi dan keadaan hidup bisa menjadi jalan kebermanfaatan, asalkan diniatkan karena Allah.  


2️. Menjadi Bermanfaat dengan Ilmu dan Amal**  


Rasulullah ﷺ bersabda:  

"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga." (HR. Muslim)  


Maka salah satu cara utama untuk bermanfaat adalah dengan ‘menuntut ilmu’ dan ‘mengamalkannya’.  


Ilmu yang bermanfaat: Ilmu agama yang mendekatkan diri kepada Allah, ilmu kehidupan yang membantu masyarakat, serta keterampilan yang bisa menolong orang lain.  


Amal yang bermanfaat: Tidak hanya dengan harta, tetapi juga dengan tenaga, ilmu, bahkan doa. Rasulullah ﷺ bersabda:  

"Setiap kebaikan adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)  


Bahkan ‘senyuman’ kepada saudara kita adalah bentuk manfaat dan sedekah.  


3️. Mengapa Kita Harus Menjadi Manusia yang Bermanfaat?  


Manusia yang bermanfaat dicintai Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:  

"Amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan ke dalam hati seorang muslim, atau engkau menghilangkan kesulitannya, atau engkau melunasi utangnya, atau engkau menghilangkan rasa laparnya." (HR. Thabrani)  


Kebermanfaatan menjadi bekal di akhirat.  

Rasulullah ﷺ bersabda:  

"Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)  


Mari kita bertanya kepada diri sendiri: Apa yang akan kita tinggalkan sebagai manfaat setelah kita wafat?  



Hadirin shalat Shubuh yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, 


Marilah kita mulai hari ini dengan niat untuk menjadi ‘manusia yang paling bermanfaat’. Jika kita belum mampu melakukan hal besar, mulailah dengan hal kecil yang bisa kita lakukan setiap hari.  


Allahummaj'alna min ‘ibadikas shalihin, alladzina yanfa‘unannaas, wa ya‘maluna sholihan, wa yattabiuna huda nabiyyika Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allahumma warzuqna ‘ilman nafi‘an, wa ‘amalan mutaqabbalan, wa sa‘yan masykuran, waghfir lana wa li walidina wa lil-muslimina ajma‘in.

Aamiin ya Rabbal ‘aalamin.


Semoga Allah ﷻ memberikan kita kemudahan untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan mendapatkan keberkahan di dunia serta akhirat.  

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

Maha Suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Billahi taufik wal hidayah


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Manusia paling bermanfaat dalam Islam

 Kultum Ramadhan - Tarawih 18 Ramadhan 1446 H / 18 Maret 2025 M


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, was shalatu was salamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

Amma ba’du.


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan yang penuh berkah, bulan yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadirin jama’ah shalat Isya dan Tarawih, rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Semoga di bulan yang penuh keberkahan ini, kita semua mendapatkan limpahan rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah ﷻ.  

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengajak kita semua merenungi sebuah hadis Rasulullah ﷺ yang menjadi pegangan dalam kehidupan kita:  

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruquthni)  


1️. Makna Manusia Paling Bermanfaat dalam Islam  

Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari ibadahnya secara individu, tetapi juga dari sejauh mana ia memberikan manfaat bagi orang lain. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an:  

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ  

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Ma’idah: 2)  

Ayat ini menegaskan bahwa setiap muslim seharusnya saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan, sehingga keberadaannya menjadi sumber manfaat bagi orang lain.  


2️. Contoh Manusia Paling Bermanfaat dalam Islam  

Rasulullah ﷺ sebagai teladan utama. Beliau adalah manusia paling bermanfaat bagi umatnya. Bukan hanya dalam hal agama, tetapi juga dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Bahkan, beliau pernah bersabda:  

"Sesungguhnya aku diutus tidak lain hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)  


Para sahabat Rasulullah ﷺ. Seperti Abu Bakar yang membantu umat Islam dengan hartanya, Umar bin Khattab yang menegakkan keadilan, dan Utsman bin Affan yang bersedekah sumur untuk kebutuhan umat.  

Orang-orang yang berjasa dalam kehidupan sosial. Orang yang mengajarkan ilmu, membantu sesama, dan memberikan solusi bagi masyarakat adalah bagian dari manusia paling bermanfaat.  


3️. Bagaimana Menjadi Manusia yang Bermanfaat?  

Dengan Ilmu – Rasulullah ﷺ bersabda:  

"Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya."* (HR. Muslim)  


Dengan Sedekah dan Kebaikan – Rasulullah ﷺ bersabda:  

"Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi)  


Dengan Akhlak Mulia – Menjadi pribadi yang jujur, amanah, dan peduli terhadap orang lain.  


Hadirin jama’ah shalat Isya dan Tarawih, rahimakumullah,

Marilah kita berusaha menjadi manusia yang paling bermanfaat. Tidak harus dengan hal besar, tetapi bisa dimulai dari hal-hal kecil yang bernilai di sisi Allah ﷻ.  


Allahummaj'alna min ‘ibadikas shalihin, alladzina yanfa‘unannaas, wa ya‘maluna sholihan, wa yattabiuna huda nabiyyika Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allahumma ighfir lana dzunubana, wa taqabbal shiyamana wa qiyamana, wa balighna lailatul qadr, waj‘alna minal faa’izina fid dunya wal akhirah.

Aamiin ya Rabbal ‘aalamin.

Saya memohon maaf atas segala kekhilafan. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bermanfaat dan mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat.  

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

Maha Suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Billahi taufik wal hidayah


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Sabtu, 08 Maret 2025

rokok di surga

Di sorga nanti, InsyaAllah semua yg kita inginkan ada & tersedia... 

Termasuk rokok...(kabar gembira buat para perokok yg taat) 

Tapi apinya ambil sendiri ke neraka
Gak bisa balik lg...
🤭🚭🔥☠️

created by Ryano Ardhytia, 13/05/2022

mencari jalan di bulan Ramadhan

 Kultum Ramadhan Ba’da Shubuh 9 Ramadhan 1446 H / 9 Maret 2025 M - Orang yang Terhalang Kebaikannya di bulan Ramadhan


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, was shalatu was salamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma Ba’du.


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga kita dapat menunaikan ibadah puasa dan shalat Shubuh di bulan yang penuh berkah ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad  ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.


Bapak, Ibu. Hadirin Jama’ah shalat Subuh, rahimakumullah,

Pada pengajian sebelum shalat Tarawih tadi malam, kita telah membahas tentang orang-orang yang melewatkan bulan Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan. Maka pada pagi ini, marilah kita lanjutkan pembahasan ini dengan mencari jalan bagaimana agar kita tidak termasuk dalam golongan orang yang terhalang dari kebaikan di bulan Ramadhan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ  اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali Imran: 133)

Ayat ini mengajarkan kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, terutama di bulan yang penuh keberkahan ini. Lalu, apa yang harus kita lakukan agar tidak menjadi orang yang merugi di bulan Ramadhan?

1. Perbanyak Taubat dan Istighfar 

Allah Maha Pengampun, dan Ramadhan adalah bulan terbaik untuk kembali kepada-Nya. Rasulullah  ﷺ bersabda:

"Barangsiapa yang beristighfar secara rutin, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, dan mengampuni dosa-dosanya." (HR. Abu Dawud, 1518)

Mari kita jadikan istighfar sebagai amalan harian, terutama setelah shalat, agar hati kita bersih dan dosa-dosa kita diampuni.

2. Menjaga Shalat Lima Waktu dan Qiyamul Lail

Ramadhan adalah bulan latihan bagi kita untuk lebih disiplin dalam shalat. Jangan hanya rajin tarawih tetapi lalai dalam shalat wajib. Allah berfirman:

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ

"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45)

Selain itu, jangan sia-siakan keutamaan qiyamul lail, terutama di sepuluh malam terakhir, agar kita mendapatkan malam Lailatul Qadar.

3. Memperbanyak Sedekah dan Amal Sosial

Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan di bulan Ramadhan beliau lebih dermawan lagi. Diriwayatkan dalam hadits:

"Rasulullah adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan..." (HR. Bukhari, 6)

Bersedekah tidak hanya dengan harta, tetapi juga dengan tenaga, ilmu, dan akhlak yang baik. Memberi makan orang yang berpuasa juga termasuk amal yang besar pahalanya.

4. Memanfaatkan Waktu dengan Tilawah Al-Qur’an 

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan interaksi dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, mentadabburi, maupun mengamalkan isinya. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari, 5027)

Jangan sampai kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat daripada berinteraksi dengan kitab suci kita.

5. Menjaga Lisan dan Hati dari Perbuatan yang Sia-sia 

Bulan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari ucapan dan perbuatan yang tidak bermanfaat. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dari puasanya yang sekedar menahan makan dan minum." (HR. Bukhari, 1903)

Maka marilah kita jaga lisan kita dari ghibah, fitnah, dan ucapan yang sia-sia agar puasa kita benar-benar bernilai di sisi Allah.


Hadirin Jama’ah shalat Subuh, rahimakumullah,

Penutup, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri. Jangan biarkan bulan ini berlalu tanpa perubahan dalam kehidupan kita. Perbanyak ibadah, tingkatkan kualitas sholat, istiqomahkan sedekah, dan jaga lisan serta hati kita dari hal yang buruk. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua untuk mengisi Ramadhan ini dengan amal shalih dan menjadikan kita hamba yang mendapat ampunan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

Maha Suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Billahi taufik wal hidayah


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


di bulan Ramadhan terdapat orang yang benar-benar merugi

Kultum Ramadhan - Tarawih 8 Ramadhan 1446 H / 8 Maret 2025 M - Orang yang Terhalang Kebaikannya di bulan Ramadhan


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, was shalatu was salamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma Ba’du.


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan yang penuh berkah, bulan yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Bapak, Ibu. Hadirin jama’ah shalat Isya dan Tarawih, rahimakumullah,

Pada kesempatan yang mulia ini, kita akan membahas, ‘Orang yang Terhalang Kebaikannya di bulan Ramadhan’. Marilah kita merenungkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Hibban, suatu saat Rasulullah ﷺ menaiki mimbar dan tiba-tiba mengucapkan kata "Aamiin" sebanyak tiga kali. Akhir kajian para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau mengucapkan kata ‘Aamiin’ sebanyak tiga kali?". Rasulullah ﷺ  menjawab, "Jibril datang kepadaku dan berkata: ‘Celakalah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, tetapi dosanya tidak diampuni.’ Maka aku mengucapkan: ‘Aamiin.’” (HR. Ahmad, 7443; Ibnu Hibban, 907).

Subhanallah, hadits ini memberikan peringatan kepada kita bahwa seseorang yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan adalah orang yang benar-benar merugi. Padahal, Allah telah membuka begitu banyak pintu kebaikan di bulan yang penuh rahmat ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah kesempatan besar bagi kita untuk lebih dekat kepada Allah dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan beristighfar. Namun sayangnya, ada orang-orang yang melewatkan bulan ini tanpa mendapatkan ampunan. Siapakah mereka?

1. Orang yang tidak meninggalkan dosa dan maksiat

Ramadhan adalah bulan pengampunan, tetapi bagaimana seseorang akan mendapatkan ampunan jika dia tetap berbuat maksiat? Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang ia tahan saat berpuasanya." (HR. Bukhari, 1903)

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk dosa, termasuk dusta, ghibah, dan kezaliman.

2. Orang yang tidak memanfaatkan malam-malam Ramadhan untuk ibadah 

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa yang menegakkan (shalat malam di) bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari, 37; Muslim, 759)

Namun, ada orang-orang yang lalai. Waktunya justru dihabiskan untuk hal yang sia-sia, begadang tanpa manfaat, dan malas beribadah. Mereka melewatkan kesempatan besar untuk mendapatkan ampunan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

3. Orang yang tidak memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah sangat menyukai orang-orang yang bertaubat. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Setiap anak Adam itu banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat." (HR. Tirmidzi, 2499)

Jika seseorang tidak memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memperbanyak istighfar, berarti ia telah menyia-nyiakan kesempatan emas.


Hadirin Jama’ah shalat Isya dan Tarawih, rahimakumullah,

Penutup, Ramadhan adalah bulan rahmat, maghfirah, dan pembebasan dari api neraka. Janganlah kita menjadi orang yang disebut dalam hadits Rasulullah ﷺ sebagai orang yang merugi karena tidak mendapatkan ampunan di bulan ini. Mari kita gunakan waktu yang tersisa untuk memperbanyak ibadah, istighfar, dan menjauhi segala bentuk maksiat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufik kepada kita semua untuk menjalani Ramadhan ini dengan penuh keberkahan dan mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

Maha Suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Billahi taufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Senin, 03 Maret 2025

takdir di balik waktu

Hujan gerimis di ujung senja,  

Awan berarak perlahan reda.  

Jika bertemu di waktu yang ada,  

Masihkah rasa berbisik mesra?  


Angin laut menyapa pantai,  

Buih di pasir memeluk karang.  

Tak paham rasa yang kini terantai,  

Namun bayangnya tetap terang.  


Bulan purnama di langit nan terang,  

Sinarnya tembus di balik daun.  

Jika takdir membawa datang,  

Adakah hati ini masih terpaut?  


Layar terkembang di laut nan lepas,  

Burung camar hinggap di tiang.  

Walau namanya tetap tak terungkap,  

Melihat senyumnya, hati pun tenang.  


Daun kelapa melambai di tepi,  

Bawa harapan bersama riak.  

Rasa tak bernama mungkin tetap abadi,  

Namun doaku baginya selalu berpijak.