Assalamu'alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdulillahirabbil alamiin. Wassholatu wassalamu 'ala sayyidina Muhammad sayyidil mursalin wa 'ala alihii wa shohbihii ajmaiin.
Audzubillahiminasyaitonnirrajiim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Rabbishorli shodri wayasirli amri wahlul ukhdatan milisani yafkhoukhouli.
Rabbi dzidni ilma warzukni fahma.
Ya ayyuhal lazina amanu kutiba alaykumush shiyamu kama kutiba allallazina min qablikum laa allakum tattaqun.
Shodaqollahul 'adzim.
Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah Subhana
wata'ala, yang dengan rahmat dan
inayah-Nya, kita bisa silaturahim, berjama'ah dalam shalat isya dan
tarawih. Alhamdulillahirabbil alamiin. Wassholatu wassalamu 'ala sayyidina Muhammad sayyidil mursalin wa 'ala alihii wa shohbihii ajmaiin.
Audzubillahiminasyaitonnirrajiim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Rabbishorli shodri wayasirli amri wahlul ukhdatan milisani yafkhoukhouli.
Rabbi dzidni ilma warzukni fahma.
Ya ayyuhal lazina amanu kutiba alaykumush shiyamu kama kutiba allallazina min qablikum laa allakum tattaqun.
Shodaqollahul 'adzim.
Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah Subhana
Salawat dan salam kita sampaikan untuk rasul Allah, manusia paling utama di sisi Allah agar kita sebagai pengikutnya akan mendapatkan syafa'at di akhirat nanti, Rasulullah Muhammad salallahu alaihi wassalam.
Saudaraku,
Ada pesan yang tentu Saudaraku juga sudah ada yang menerimanya.
Aku melihat RAMADHAN yg semakin jauh... lalu ku sapa ia,"Hendak kemana?"
Dengan lembut ia berkata,
"Aku harus pergi, mungkin jauh dan sangat lama. Tolong sampaikan
pesanku utk orang bernama MUKMIN". SYAWAL akan tiba sebentar
lagi, ajaklah SABAR untuk menemani hari-hari dukanya, Peluklah
ISTIQOMAH saat dia kelelahan dalam perjalanan TAQWA, Bersandarlah
pada TAWADHU saat kesombongan menyerang, mintalah nasehat QUR'AN dan
SUNNAH di setiap masalah yang dihadapi..... Sampaikan pula salam dan
terima kasih untuknya karena telah menyambutku dengan sukacita. Kelak
akan ku sambut di SURGA dari pintu AR-ROYAN. Selamat meraih pahala
terbaik di detik2 terakhir Ramadhan ini. Semoga kita terpilih
olehNya..... Amin ya Rabb.....
Saudaraku,
Jika kita mau membaca ulang dan mencari apa makna yang terkandung dari pesan itu dengan tidak sekedar ya kirim-kirim pesan sekedarnya, banyak makna yang terkandung di dalamnya dan merasakah kita akan sindiran dari pesan itu. Apakah kita masih bisa disebut sebagai seorang mukmin yang terpilih untuk menjalankan amanah sebagai seorang muslim? Apa arti Ramadhan pada diri kita masing-masing?
SABAR untuk menemani hari-hari dukanya
Saudaraku,
Jika kita mau membaca ulang dan mencari apa makna yang terkandung dari pesan itu dengan tidak sekedar ya kirim-kirim pesan sekedarnya, banyak makna yang terkandung di dalamnya dan merasakah kita akan sindiran dari pesan itu. Apakah kita masih bisa disebut sebagai seorang mukmin yang terpilih untuk menjalankan amanah sebagai seorang muslim? Apa arti Ramadhan pada diri kita masing-masing?
SABAR untuk menemani hari-hari dukanya
Ramadhan mengajarkan kita
untuk sabar dalam memulai shoum kita dengan adanya waktu sahur,
menjalankan keseharian pada waktu siang hari dan malam hari, dan
saat-saat menunggu waktu berbuka. Waktu itu tidak berjalan dengan
indahnya namun kita harus membuat menjadi indah jika kita bersabar.
Siang dan malam dalam bulan Ramadhan adalah ibadah. Waktu ibadah yang biasanya kita menyisihkan namun pada saat ini, kita yang menentukan waktu bahwa ibadah lebih penting dan waktu dunia yang harus kita sisihkan, kita tentukan waktu tersendiri. Waktu ibadah harus lebih banyak dari waktu-waktu yang lain. Bisakah? Nah itu ujian kesabaran kita, karena itu benarkah sabar untuk menemani hari-hari dukannya. Kita yang merasa memberatkan diri maka disebut hari-hari duka. Dan sesungguhnya bahwa kebenaran yang ada adalah ya saat Ramadhan ini. Bulan Tarbiyah atau bulan pendidikan ini, mendidik kita, mengatur hidup kita sebagai seorang mukmin. Wuii...itu da lebih dari seorang muslim kan. Dan seandainya kita bisa menjalankan dalam keseharian kita? Insya Allah.
Saudaraku,
Peluklah ISTIQOMAH saat dia kelelahan dalam perjalanan TAQWA
Siang dan malam dalam bulan Ramadhan adalah ibadah. Waktu ibadah yang biasanya kita menyisihkan namun pada saat ini, kita yang menentukan waktu bahwa ibadah lebih penting dan waktu dunia yang harus kita sisihkan, kita tentukan waktu tersendiri. Waktu ibadah harus lebih banyak dari waktu-waktu yang lain. Bisakah? Nah itu ujian kesabaran kita, karena itu benarkah sabar untuk menemani hari-hari dukannya. Kita yang merasa memberatkan diri maka disebut hari-hari duka. Dan sesungguhnya bahwa kebenaran yang ada adalah ya saat Ramadhan ini. Bulan Tarbiyah atau bulan pendidikan ini, mendidik kita, mengatur hidup kita sebagai seorang mukmin. Wuii...itu da lebih dari seorang muslim kan. Dan seandainya kita bisa menjalankan dalam keseharian kita? Insya Allah.
Saudaraku,
Peluklah ISTIQOMAH saat dia kelelahan dalam perjalanan TAQWA
Sadarkah kita bahwa kita
seorang mujahid, kita sedang membawa amanah sebagai seorang mukmin
yang harus menegakkan kalimat tauhid, Laa ilaha illallah, Muhammad
rasulullah. Kita sedang berjihad dikehidupan kita dengan cara
masing-masing. Benarkah?
Kita disebut seorang muslim ketika kita dalam masjid, musholah atau kumpulan pengajian. Ketika kaki sudah melangkah keluar, benarkah kita masih seorang muslim, apalagi layakkah kita untuk disebut seorang mukmin? Jawaban hanya ada pada diri kita masing-masing.
Belajarlah dari hal-hal yang paling kecil selalu berdoa kepada Allah, dengan selalu meniatkan, mengucapkan, dan menjalankan aktivitas. Bismillahirrahmanirrahim, Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, memohon apa yang ingin kita dapatkan dan baru kita memulai aktivitas kita. Dan bersyukur untuk setiap nikmat yang telah diberikan dengan mengucapkan, Alhamdulillahirabbil 'alamiin. Allah paling dekat dengan hambaNya yang mau selalu berdoa kepadaNya, selalu meminta kepadaNya. Kecil ya namun berat untuk dijalankan dan bisa jadi seringnya lupa. Istiqomahlah selalu untuk menjalankan ketaqwaan sebagai seorang muslim dan mukmin. Insya Allah.
Saudaraku,
Bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang
Kita disebut seorang muslim ketika kita dalam masjid, musholah atau kumpulan pengajian. Ketika kaki sudah melangkah keluar, benarkah kita masih seorang muslim, apalagi layakkah kita untuk disebut seorang mukmin? Jawaban hanya ada pada diri kita masing-masing.
Belajarlah dari hal-hal yang paling kecil selalu berdoa kepada Allah, dengan selalu meniatkan, mengucapkan, dan menjalankan aktivitas. Bismillahirrahmanirrahim, Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, memohon apa yang ingin kita dapatkan dan baru kita memulai aktivitas kita. Dan bersyukur untuk setiap nikmat yang telah diberikan dengan mengucapkan, Alhamdulillahirabbil 'alamiin. Allah paling dekat dengan hambaNya yang mau selalu berdoa kepadaNya, selalu meminta kepadaNya. Kecil ya namun berat untuk dijalankan dan bisa jadi seringnya lupa. Istiqomahlah selalu untuk menjalankan ketaqwaan sebagai seorang muslim dan mukmin. Insya Allah.
Saudaraku,
Bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang
Kita pernah menyebutkan
seorang “dewa” bila ada seseorang yang teramat pintar karena
nilai sangat istimewa semua. Ilmunya seakan di atas langit sehingga
teramat tinggi untuk dilihat, apalagi disentuh. Atau seorang pejabat
yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas sehingga semua aturan
ada ditangannya. Bilamana bila seseorang itu diri kita? Seorang dewa,
pejabat tinggi bisa juga sebagai orang tua atau diri kita sendiri
terhadap lingkungan kita.
Allah memberi rizki untuk memenuhi keperluan kehidupan kita. Ingat bahwa itu semua adalah amanah. Amanah untuk selalu menegakkan selalu panji-panji Allah Subhana wata'ala. Istigfarlah, mohon ampunlah kepada Allah sekecil apapun walau baru dalam pikiran yang terlintah bila rasa sombong itu muncul. Berbanyaklah sedekah walau di kantong baju kita hanya cukup untuk satu kali jalan, karena sekecil apapun sedekah yang kita keluarkan akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Sedekah tidak perlu ikhlas tapi kemauan. Mau? Lakukan!
Mintalah nasehat QUR'AN dan SUNNAH di setiap masalah yang dihadapi
Allah memberi rizki untuk memenuhi keperluan kehidupan kita. Ingat bahwa itu semua adalah amanah. Amanah untuk selalu menegakkan selalu panji-panji Allah Subhana wata'ala. Istigfarlah, mohon ampunlah kepada Allah sekecil apapun walau baru dalam pikiran yang terlintah bila rasa sombong itu muncul. Berbanyaklah sedekah walau di kantong baju kita hanya cukup untuk satu kali jalan, karena sekecil apapun sedekah yang kita keluarkan akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Sedekah tidak perlu ikhlas tapi kemauan. Mau? Lakukan!
Mintalah nasehat QUR'AN dan SUNNAH di setiap masalah yang dihadapi
Bulan Ramadhan ini kita
diajarkan untuk selalu bertilawah dan sebaiknya bisa sekali
mentamatkan Al Qur'an. Seorang muslim harus selalu dekat dengan
panduan hidupnya, apalagi seorang mukmin yang sudah harus menjalankan
apa yang adalah dalam panduan hidupnya itu. Sudahkah?
Indahnya bila kita bila bisa ketika mengucapkan dan menjalankan sesuai Al Qur'an dan Sunnah-sunnahnya. Bertilawah, memahami, mengerti, dan melakukan. Semua ada dalam hati diri kita sendiri.
Saudaraku,
Tanyakan pada diri kita sendiri, bilakah Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita? Apa masih layakkah kita disebut seorang mukmin bila air mata kita tidak bisa keluar ketika melihat penderitaan dari saudara-saudara kita yang membutuhkan atau memang itu diri kita hanya menunggu bila ada saudara-saudara kita yang membutuhkan tanpa mau banyak memberi? Bagaimana bisa disebut seorang mukmin, yang banyak memberi atau yang banyak menerima? Tahu kelebihan kita atau tahu kekurangan kita?
Bila Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir untuk diri kita, insya Allah Ramadhan ini membuka hati kita, membuka pandangan diri kita bahwa kita bisa dan akan selalu beribadah lebih baik dan lebih baik. Saat kita mengakhiri hidup kita, Insya Allah dengan senyum kebahagiaan sebagai seorang mukmin. Bisa lebih banyak memberikan kepada orang lain dan bermanfaat untuk semua kehidupan kita walau diri kita nantinya hanya ada nama yang bisa dikenang. Semua rizki hanya dari Allah Subhana wata'ala.
Insya Allah ini dapat bermanfaat dan menjadi muhasabah bagi diri kita, terutama ditujukan pada diri saya sendiri sebagai pengingat dan akan mempertanggungjawabkan apa yang saya utarakan ini. Kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Allah dan kealpaan, kesalahan hanya pada diri saya sendiri.
Saudaraku,
Peluklah dari kita masing-masing bahwa kita bersaudara dan akan terus bersaudara untuk saling mengingatkan bila ada kesalahan. Teruslah ikat yang erat tali silaturahim di antara kita.
Billahi taufik walhidayah,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Indahnya bila kita bila bisa ketika mengucapkan dan menjalankan sesuai Al Qur'an dan Sunnah-sunnahnya. Bertilawah, memahami, mengerti, dan melakukan. Semua ada dalam hati diri kita sendiri.
Saudaraku,
Tanyakan pada diri kita sendiri, bilakah Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita? Apa masih layakkah kita disebut seorang mukmin bila air mata kita tidak bisa keluar ketika melihat penderitaan dari saudara-saudara kita yang membutuhkan atau memang itu diri kita hanya menunggu bila ada saudara-saudara kita yang membutuhkan tanpa mau banyak memberi? Bagaimana bisa disebut seorang mukmin, yang banyak memberi atau yang banyak menerima? Tahu kelebihan kita atau tahu kekurangan kita?
Bila Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir untuk diri kita, insya Allah Ramadhan ini membuka hati kita, membuka pandangan diri kita bahwa kita bisa dan akan selalu beribadah lebih baik dan lebih baik. Saat kita mengakhiri hidup kita, Insya Allah dengan senyum kebahagiaan sebagai seorang mukmin. Bisa lebih banyak memberikan kepada orang lain dan bermanfaat untuk semua kehidupan kita walau diri kita nantinya hanya ada nama yang bisa dikenang. Semua rizki hanya dari Allah Subhana wata'ala.
Insya Allah ini dapat bermanfaat dan menjadi muhasabah bagi diri kita, terutama ditujukan pada diri saya sendiri sebagai pengingat dan akan mempertanggungjawabkan apa yang saya utarakan ini. Kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Allah dan kealpaan, kesalahan hanya pada diri saya sendiri.
Saudaraku,
Peluklah dari kita masing-masing bahwa kita bersaudara dan akan terus bersaudara untuk saling mengingatkan bila ada kesalahan. Teruslah ikat yang erat tali silaturahim di antara kita.
Billahi taufik walhidayah,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
