Kamis, 08 Maret 2018

Rindunya Nabi

Oleh: Ust. Adi Hidayat, Lc

Kalau orangnya kelihatan Antum yakin, Antum beriman... Itu wajar.

Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam, ada orang yang tidak pernah melihatnya, tidak pernah menatapnya, mimpi pun belum tentu berjumpa dengannya tapi mau beriman kepada Nani Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam.

Antum pernah melihat Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam? Berjumpa dengan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam? Maka beruntunglah Antum. Karena orang-orang yang beriman kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam tanpa pernah melihatnya. Itulah orang yang disebut oleh Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam sangat dirindukan oleh Beliau.

Jadi kalau Nabi saja merindukan Antum, kenapa Antum tidak merindukan Nabi?
Kalau Nabi menantikan kita di surga, kenapa kita tidak menjemput penantian itu? Karena itulah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam akan menjemput umatnya di surga. Dan tidak melangkah kaki kedalamnya sebelum berkumpul dengan umatnya, dibimbing Beliau oleh Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam ke surga.

Allahumma sholli wassalim wabaarik'alaih.
Allahumma sholli wassalim wabaarik'alaih

Rabu, 21 Februari 2018

amal saleh untuk akal yang sehat

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh.” (QS.Al Baqoroh[2]:277)

Kata “amal” menjadi begitu indah, dengan menyamakan kata dengan perilaku. Perilaku saleh. Perilaku yang baik. Perilaku yang sangat disukai oleh setiap orang dan tentunya Sang Pencipta, Allah Subhanawata’ala.

Amal adalah setiap perilaku mahluk hidup yang disertai suatu maksud, apakah perilaku tersebut baik ataukah buruk.

Pertanyaan akan timbul dari pernyataan di atas. Amal bisa buruk. Amalan buruk. Jika kita mengartikan amal sama dengan perilaku, tentunya ada perilaku yang buruk. Semoga kita tidak dalam posisi seperti itu.

Amal yang dicintai oleh Allah adalah amalan dilakukan terus menerus walaupun sedikit

Kita membahas amal saleh saja. Perilaku yang baik. Firman Allah tidak sekedar pernyataan untuk membaik-baikkan hamba-hambaNya. Allah tahu bahwa manusia tempatnya keterbatasan walau sudah disebut mahluk yang diciptakan sempurna dari mahluk lainnya. Hewan, tumbuhan, jin serta malaikat. Manusia mempunyai akal. Namun dari akal ini, banyak ketidakmampuan terlihat. Tidak bisa dilaksanakan akan banyak hal.


Sedikit bukan berarti tidak banyak. Jika dilakukan terus-menerus itu yang menjadikannya banyak.

jauh untuk dekat

Awal dari kata-kata marah. Tentunya itu lebih mudah dari sekedar basa-basi dengan lemah lembut.

“Bisa mengantarku?”

“Maaf, paket liburan sudah selesai. Saya akan kembali ke kantor.”

“Bisa mengantarku?”

Berlalu.

“Berapa kubisa membayarmu?”

“Maaf.”

Pembukaan cerita tidak lagi mengenakkan. Harga diri mesti dipertahankan walau juga butuh uang.

Ada orang kaya, sok. Eh wajar, karena punya duit tapi... apa mesti begitu? Kenapa mesti kenal? Toh dia tahunya, telah membayar, menikmati apa yang telah dibayarnya dan jika tidak suka, menagih janji atas apa yang telah dibayarnya.

Cantik.

Da ga kepingin untuk meneruskan eh...

Cantik.

...

“Aku hanyalah seorang pemandu wisata namun hatiku tulus mencintaimu. Janganlah kamu ga suka aku, karena nantinya hatimu akan untukku.”

Janganlah egois tentang perasaan. Ketika benci menjadi cinta. Ketika jauh menjadi dekat. Banyak kisah untuk mendekatkan hati dari ketidaksukaan.

Kamu

Cantik

(sinopsis film Jab Harry Met Sejal. Film terbaru yang dibintangi Shahrukh Khan dan Anushka Sharma yang dirilis dan tayang di bioskop pada tanggal 4 Agustus 2017)

Selasa, 20 Februari 2018

meripyaari bindu sebuah kisah

Saya mencintaimu, menyayangimu, melihatmu tertawa, mendengarmu bernyanyi ceria. Saya senang melihatmu bahagia dengan dirinya.

Waaa... cerita apa ini?

Realita.

Bener.

Tapi ga juga harus begitu!

Penonton, pembaca, pendengar ingin sebuah cerita yang jelas, walau dalam perjalanan ada cerita yang membuat banyak pertanyaan, membuat penasaran, membuat akh... kapan ceritanya berakhir, pasti akhirnya bahagia, pasti....

Itu maunya. Tidak untuk si pembuat cerita.

Siapa?

Kamu?

Saya?

Cerita itu ada ketika sudah ada kisah yang sudah dijalankan. Bayang sepanjang badan. Peribahasa itu menjelaskan perumpaan yang mudah dimengerti.

Suka atau tidak, itu kisahnya. Bukan kamu.

Terus?

Buatlah kisah cinta sendiri.

Kamu dan kekasihmu. Bersyukurlah tidak sama dengan kisahnya.

Saya mencintaimu, menyayangimu, melihatmu tertawa, mendengarmu bernyanyi ceria. Saya senang melihatmu bahagia dengan diriku.

Alhamdulillah.

Cantik, I love you.