Jumat, 25 Oktober 2019

Tersesat jalan karena menulis

Aneh ya kok bisa menyatakan, "tersesat jalan dalam menulis". Menulis merupakan pekerjaan yang membutuhkan energi yang banyak. Proses tidaklah mudah namun hasil akhir bisa dianggap suatu yang mengagetkan. Lucu ga sih sudah menulis sendiri eh bisa memiliki karya kok malah seperti tidak percaya. Cobalah dengan menulis hal kecil seperti menulis diary. Tulislah apa saja yang ada dipikiran tanpa harus memperhatikan tata bahasa dahulu. Setelah puas menulis ya bisa jadi ada dua lembar kertas A4, bacalah. Tentu makin banyak cerita di dalamnya. Itu pemikiran kita yang sudah dituangkan dalam bentuk tulisan dan ini hasilnya, membaca pikiran sendiri.
Saat sedang mengerjakan skripsi, tesis atau disertasi tentunya sudah merupakan cerita yang panjang, cerita dalam bahasa ilmiah tentuanya harus menggunakan kaidah aturan penulisan ilmiah, dan hal tersulit akan muncul, menjaga antusiasme menulisa. Menulis bisa jadi kerja keras, tentu saja, tetapi penting untuk memastikan bisa bersenang-senang. Ingat: jika tulisan ini membosankan, hal inipun akan terjadi bagi pembaca tulisan kita. Dan akan dibantai pada saat sidang. Kejam.

Siapa yang sedang mengerjakan penulisan ilmiah atau sedang dikejar dosen pembimbing untuk segera selesai? Tunjuklah diri sendiri, dan selanjutnya hang kepala ini hehe... Jadi apa yang harus dilakukan?

1. Menjadi malas
Kamu dapat menggunakan kemalasan sebagai suatu keuntungan. Pertama, buat daftar tugas. Daftarnya harus realistis dibandingkan dengan proyek menulis ilmiah yang sedang dilakukan. Daftar ini harus lebih rumit dan lebih memakan waktu daripada proyek penulisan kamu.
Selanjutnya, duduklah untuk menulis. Lihatlah daftar tugas yang sudah ditulis dan katakan pada diri sendiri, "Selama saya menulis, saya tidak perlu membersihkan rumah / berolahraga / memotong rumput / mengosongkan kotak kucing."
Ingat, selama kamu menulis, kamu tidak bekerja yang lain. Kami menghindari pekerjaan laiin! Jumlah pekerjaan apa pun tampaknya mudah ketika itu bukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan saat itu.
2. Tulis Sesuatu Yang Lain
Seperti yang saya katakan, jumlah pekerjaan apa pun tampak lebih mudah saat itu bukan pekerjaan yang seharusnya kamu lakukan. Kamu hanya berkata pada diri sendiri, "Selama saya menulis, saya tidak harus mengerjakan tulisan itu!". Tulislah hal lain yang lebih membahagiakan daripada terus memikirkan tulsan itu. Contohnya ya tulisan ini dari apa yang saya kerjakan hmm...apakah sudah makin tersesat?
3. "Ketika pikiran kamu macet, gerakkan tubuh."
Saya bisa mengingat bahwa hal ini adalah saran yang bagus. Jika kamu memiliki blok penulis atau jika kamu bosan dengan apa yang sedang ditulis, bangun. Berjalan menjauh dari komputer, meja kerja dan lakukan sesuatu yang bisa menggerakkan fisik. Berjalan-jalan, lakukan push-up, lakukan pembersihan rumah, apa saja. Alirkan darah dan pikiran dari pekerjaan. Nah katanya ga boleh mengerjakan hal-hal lain selain berpikir untuk menulis. Ingat ini sedang kondisi hang, saat macet berpikir saja. Lihat daftar pekerjaan yang telah dibuat untuk tidak berpikir yang lain.
4. Identifikasi masalahnya
Jika kamu benar-benar bosan dengan apa yang ditulis, mungkin ada sesuatu yang salah. Apakah karakter kamu cukup berkembang? Menulis cerita panjang bisa sangat sulit jika karakter utama kamu tidak memiliki kepribadian.
Apakah ada cukup konflik? Mungkin karakter kamu sudah menyelesaikan semua masalahnya. Kisah sebenarnya sudah berakhir, tetapi kamu masih menulis, mencari sesuatu untuk karakter diri sendiriPada titik ini, kamu memiliki tiga pilihan:
Akhiri tulisannya. Awalnya kamu menulis tesis, bisa jadi ini menjadikan satu karya ilmiah kecil dan bisa dikembangkan untuk penelitian yang lebih besar. Dan seharusnya tetap semangat.
Akhiri tulisannya, tetapi tambahkan lebih banyak referensi, tanya pembimbing. Pembimbing tidak hanya dosen tapi bisa juga teman atau kekasih.. Wah kalau ini bisa menjadi penulisan roman ya hehe... Syukur bisa jadi novel hmm....
5. Dapatkan Inspirasi
Baca sesuatu, dengarkan musik, atau lihat seni hebat. Lakukan apa pun yang biasanya kamu lakukan untuk menemukan ide cerita. Dan kemudian, paksa koneksi.
“Dalam cerita ini, sang pahlawan bertarung dengan pasukan zombie. Bagaimana hubungannya dengan kisah detektif saya? Mungkin si detektif punya mimpi buruk tentang para korban yang datang menjemputnya. Hantu korban mendatanginya dan mengingatkannya akan petunjuk yang dilihatnya di awal cerita - Vas yang rusak! ”
Haha... ini contoh penulisan novel ya.
“Ada apa sih, kok lihat jam mulu dari tadi?” Tiba-tiba memalingkan wajahnya ke arahku yang masih sibuk merevisi beberapa bagian dari tesisku siang ini di ruang belajar jurusan. “Iya nih, temen gue sudah ada yang lagi sidang."
Nah ini lebih romantis.
Kopkar Anekatama mendapat predikat Baik dari hasil pengukuran kemampuan inovasi. Predikat ini menjadi rujukan sebagai perbandingan dengan koperasi-koperasi lain karena poin lebih dari Kopkar Anekatama adalah mendapatkan penghargaan predikat koperasi berprestasi yang tentunya dapat menjadi teladan bagi koperasi lainnya. "
Sudah bisa disebut ilmiah?
6. Ubah Serangan 
Apa yang membuat kamu begitu macet? Apakah kamu mencoba untuk mendapatkan akhir yang bagus? Tidak dapat mengetahui bagaimana kesimpulan dari penelitian ini?
Jangan khawatir tentang itu! Kerjakan bagian lain! Loncat-loncat penulisan, misalnya bab I dulu terus ke bab III atau malah ke bab V juga gpp. Perluas pemikiran dari sebelumnya. Menulis ulang bagian awal penulisan dan akan membuat tampak lebih menarik dan dapat mengembangkan pemikiran kembali.
7. Fokus pada Hasil
Bayangkan betapa enaknya perasaan kamu setelah tulisan selesai. Habiskan beberapa menit melamun. Kamu menunjukkannya kepada kekasih, dan dia akan sangat tersentuh bisa menjadi pembaca awal sebagai kritikus, menunjukkannya ada ga hal yang kaku dan kurang serius, dan bisa juga menertawakan tulisan ini. Bisa lagi menunjukkannya kepada orang tua, teman dan tentunya dosen pembimbing untuk segera sidang dan ini akan mereka bangga pada kamu.
Kamu bisa memposting abstrak penulisan di internet dan bisa menjadi ada masukan bagi seseorang yang berpikir kritis dalam penulisan ilmiah.
Pada akhirnya, tidak penting apa yang kamu lakukan. Jadilah kreatif, tetap bersemangat, dan segera selesaikan apa yang kamu mulai. Apakah masih tersesat jalan karena menulis?

sumber

Minggu, 04 Agustus 2019

realita...

Ternyata kembali ke nol .... tidak ada yang dapat  dibanggakan.... dulu bangga dengan jabatan apa itu Nakhoda apa itu KKM apa itu Direktur apa itu Bos perusahaan  besar...                

Ungkapan Hati BJ Habibie soal akhirat  yang bikin merinding
(8 Jan 2019)

NONSTOPNEWS.ID - Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.

SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.
KALAULAH SEMPAT ?
Renungan utk kita semua !!!!

BJ Habibie ketika berpidato di Kairo, beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat .Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama."

Sepi penghuni...
Istri sudah meninggal... 
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

Tiga anak, semuanya sukses... berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri... »
Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi... »
Dan ada pula yang jadi pengusaha ...

Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya...

Namun....
Saat tua seperti ini dia "merasa hampa", ada "pilu mendesak" disudut hatinya..

Tidur tak nyaman...
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan

Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....
Dari sudut mata ada air yang menetes.. rindu dikunjungi anak-anak nya

Tapi semua anak nya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....

Sudah terlanjur melemah...

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...
sepanjang waktu ....  

Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya... atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...
yang pasti hanyalah KEMATIAN.
Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya..._
Anak sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang..._
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika malaikat "datang menjemput", akan seperti apakah kematian nya nanti.

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ??

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula...
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama???  Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja..._

"Kalau lah sempat" menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di jalan Allah yang lainnya...

"Kalau lah sempat" dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang...... 

"Kalau lah sempat" memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan..... 

"Kalau lah sempat" membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan...

Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi "Amal Penolong" nya ...

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'meneteskan air mata' mendoakan orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...

"KALAULAH SEMPAT"

Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ?  Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri.  Kenapa kita tidak lebih serius?
Menyiapkan 'bekal' untuk menghadap-Nya dan 'Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang  bisa  melalaikan.....

Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir hidup kita.

Teruslah menjadi  "si penabur  kebajikan" selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.

Semoga Bermanfaat...🙏

Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie

Kamis, 01 Agustus 2019

rhena dan takdir yang keruh


Sinopsis

Penulis: Mezia K.S.

Penerbit: Edwrite Publishing, 2019

Pertama melihat covernya tentu membayangkan akan cerita Islami. Cerita tentang perjalanan hidup mencari hidayah Allah Subhanawata’ala untuk hamba Nya yang terpilih. Dan kesimpulan cerita sesungguhnya..... baca ya.

Lembaran selanjutnya sebagai pembuka cerita tentu ada lembaran pengantar, harusnya ada dari seseorang yang dianggap profesional atau ahli dalam sastra yang bisa mengkritisi novel ini supaya lebih menarik perhatian. Pengantar dari penerbit serta pengantar dari penulis sendiri. Dan ini bisa juga terdapat pada cover belakang novel. Lembaran ini mesti di baca terlebih dahulu, karena umumnya kita bisa mengetahui isi cerita secara umum. Menarik, lembaran pengantar ini menjadi pembuka untuk meneruskan untuk terus membaca atau tidak. Tapiiii...seringnya ga pernah di baca kan. Lihat daftar isi terus lihat bab terakhir hehe.... Hal ini bisa menjadi masukan kepada penulis novel bahwa alur cerita itu penting dan bisa menentukan bab-bab mana yang menjadi kisah yang menarik.


Lembaran pengantar menjelaskan tentang penderitaan seorang bipolar (gangguan psikologis) dan penjelasannya. Dugaan kembali muncul bahwa ini seperti buku saku pengajaran psikologi atau keperawatan kejiwaan. Menarik sebagai sebuah novel? Bisa jadi malah mundur untuk meneruskan membaca karena bisa jadi malah bosenin. Walau dalam pengantar penulis sudah menggambarkan sedikitnya apa yang akan diceritakan dalam novelnya. Fokus tulisan pada seorang penderita kejiwaan dan perjalanan religi memperoleh hidayah. Masih mau baca?

Rhena, bercerita tentang dirinya dan kehidupannya. Kehidupan saat kecil, keseharian, saat sebagai seorang pelajar. Hidupnya bisa menjadi contoh teladan bagi orang-orang yang mengenalnya dan tentu teman-teman sekolahnya. Terpikir bahwa hidupnya bahagia? Kehidupan sesungguhnya ada di rumah. Sebagai bintang pelajar itu sebagai pelarian dari pencarian perhatian dari orang tuanya yang sangat sulit didapatkannya. Kehidupan yang serba ada secara materi namun ketiadaan dalam perhatian hati seorang anak. Ketiadaan ini yang membawanya menjadi penghuni rumah sakit jiwa.

Plot cerita mengalir dengan cepat, sebab-akibat berkaitan berharap menjadi jebakan cerita menarik. Cerita seorang anak yang kurang perhatian orang tua, orang tua yang selalu sibuk akan pekerjaannya, kehidupan remaja yang mencari jati diri umumnya puncak cerita sang anak menjadi orang kehidupannya negatif. Pencandu narkotik, kriminal, atau kenakan remaja lainnya. Namun ini bercerita lain.

Rumah sakit jiwa bercerita hitam-putih penghuninya. Hitam-putih ini bisa menjadi abu-abu. Siapa sesungguhnya yang menjadi sakit jiwa. Pasien penderita kejiwaan atau tenaga kesehatannya atau justru keluarga dari masing-masing dari mereka. Orang tua Rhena yang menjadi insyaf untuk mulai memberi perhatian kepada anaknya. Dokter dan perawat yang memberi perhatian yang terbaik bagi para pasiennya. Cerita bisa dikembangkan bisa menjadi dramatis. Cerita ini berputar menjadi cerita kriminal. Cerita menjadi religius. Plot cerita tiba-tiba berputar arah.

Happy ending. Akhir cerita yang membahagiakan tentunya yang diharapkan. Rhena mencerita dirinya sendiri sebatas yang ia ketahui. Cerita lainnya dari sang penulis sebagai dalang dalam novel. Banyak tokoh yang ditampilkan, ayah dan ibu Rhena, dokter Teguh, suster Mila dan suster Anna, tentunya bisa menarik bila mereka masing-masing bisa menceritakan diri mereka sendiri sebagai penyambung kisah.

Kesalahan penulisan halaman 84, harusnya Suster ditulis Sister. Ketidakkonsistensinya penggunaan kata, apakah menggunakan bahasa keseharian atau bahasa Indonesia yang baik dan benar serta juga dalam penggunaan bahasa asing. Penggunaan kata gawai semoga mulai memasyarakat, ayo siapa yang tahu? Oren, statement, dan masih banyak lagi kata-kata yang tidak tepat. Antara kesalahan pengetikan atau memang ingin dipakai sebagai percakapan bahasan kesehariaan atau pergaulan.

Ide cerita menarik. Cerita bersambung?

Pengapon, 20190801

Selasa, 12 Februari 2019

karna su sayang

Near Feat. Dian Sorowea -
Biasa sa cinta satu sa pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Jangan kau berulah sa trakan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Dan ini semua tentang hati
Jadi coba pikir kembali
Janji tra mungkin sa ingkari
Karna alasan tra kabari
Kasih ko begitu curiga
Berubah kini ko berbeda
Ikat sa kuat atas nama cinta
Sa tra suka paksa itu masalahnya
Biarkan cinta tumbuh sebisanya
Cinta dan resah itu pelengkapnya
Jang hanya datang dan tinggalkan lara
Sa tetap cinta walo tra bersuara
Biasa sa cinta coba ko pahami
Sa su bilang sayang jaga sap hati
Tra mendua sa berhenti mencari
Cukup ko dalam mimpi, kini dan nanti
Biasa sa cinta satu sa pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Jangan kau berulah sa trakan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Bilang pada sa kalo rindu
Pasti sa ada jangan ragu
Tetapi bukannya begitu
Ko malah marah sampe lupa waktu
Tra balas sa pu pesan
Jujur sa sayang ko membingungkan
Sa cuma butuh sedikit sandaran
Ko pikir semua itu cuma jalan
Sa dekati selingkuhan
Dan coba renungkan kembali
Sap rasa tumbuh dan tra mati
Ko masih jadi kekasih
Jadi jang takut sa ke lain hati
Biasa sa cinta satu sa pinta
Jaga hati biar sa makin cinta
Percaya rasa jang dengar cerita
Pegang sap janji sa tra coba berpindah
Biasa sa cinta satu sa pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Jangan kau berulah sa trakan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Biasa sa cinta satu sa pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Jangan kau berulah sa trakan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang

untuk kekasihku sedang di Bangkok, 12.02.2019. Love you.