
Rabu, 27 Juni 2012
marhabaa jamiil

beautiful to be passed

Rabu, 06 Juni 2012
hasbunallah wa ni'mal wakil
"Pandanglah olehmu orang yang lebih rendah darimu, dan jangan memandang kepada orang yang diatasmu. Demikian itu lebih baik, agar kamu jangan meremehkan nikmat Allah kepadamu." (H.r. Ibnu Majah)
Dalam urusan keduniaan, misalnya dalam hal kekayaan, kemuliaan, pangkat, hendaklah selalu melihat kepada orang yang tingkatan hidupnya berada di bawah kita, jangan sekali-kali memandang kepada orang yang berada di atas kita.
Dengan sikap seperti itu kita akan beroleh ketenangan hidup, dan akan selalu mensyukuri serta menghargai nikmat Allah yang telah dilimpahkan Nya kepada kita. Sebaliknya bila melihat kepada orang yang tingkatan hidupnya lebih tinggi, maka biasanya akan timbullah kegelisahan hati dan pikiran. Yang mendorong timbulnya usaha-usaha untuk mengejar dan menyami orang-orang yang lebih tinggi itu, tanpa menghiraukan lagi apakah usaha itu halal ataukah haram. Dan bersamaan dengan itu sifat-sifat seperti menipu dan korupsi akan meraja lela. Dan yang paling jelek lagi ialah bahwa ia tidak akan mensyukuri dan menghargai nikmat Allah kepadanya.
Oleh sebab itu marilah kita syukuri semua nikmat Allah betapapun kecilnya, agar nikmat itu ditambahnya menjadi berlipat ganda, dan kita berada selalu dalam ketenagan dan kebahagiaan hidup.
Maha Besar Allah dengan segala Nikmat Nya. Insya Allah, Tausyiah ini peringatan untuk ku sendiri dan Insya Allah juga untuk saudara ku kaum muslimin lainnya.
overview kuliah (ter) manis
Pembukaan kuliahnya kok jadi sepertinya ada unsur sinisme atau pasrah diri. Rasa kritisnya mana. Kalo’ tanya kaum bapak ya saya akan tanya kaum bapak. Karena saya kan belum bapak-bapak mungkin aja pencermatan saya kurang up to date (hihi… apa tuh), paling terekspos dari kaum bapak itu. Atau itu memang pendapat ibu ya (ooo… gitu ya pendapat dosen muda…). Soal kencur, saya jadi teringat sama jamu beras kencur, soalnya jamu itu rasanya manis eh apa ini berarti ibu dosen juga manis ya…. Hehe…
Saya mo’ bertanya sama ibu, bagaimana menurut ibu bila ada seorang gadis mendekati/bilang duluan rasa sukanya pada seorang jejaka? Setuju ngga’ sih. Dan menurut ibu bila ibu seumpama menjadi si jejaka itu akan bersikap bagaimana? Terus bila ibu menjawab ngga’ suka apa yang akan ibu lakukan untuk tidak menyakiti hati si gadis itu (ibu kan tahu dan mengerti perasaan seorang gadis kan…), agar tidak lagi mendekati si jejaka itu. Inget loh ini pertanyaan umum, bukan pengalaman pribadi saya (harap diingat) en bila mo’ tahu juga ini pengalaman temen saya terus minta nasehat saya, lah saya ngga’ tahu gimana sih perasaan seorang gadis itu (wah kaya’nya asyik tuh, seneng ya ditaksir cewek hihi… saya kapan ya…). Jadi saya tanya sama ibu dosen karena ibu sudah pernah belajar kan tentang ini (hihi… ini bukan maksudnya pernah belajar praktek langsung – en kalo’ itu pernah syukurlah, jadi bisa pas jawabannya – maksudnya pernah ada kuliah ya kaya’-kaya’ ginilah… OK tak tunggu kabarnya. Tambahan kalo’ pembukaan ngasih kuliah tuh yang jelas dong en jangan sewotan nanti jadi ngga’ manis lagi loh kaya jamu beras kencur eh jadi jamu brotowali…pait (hehe… maaf loh bercanda soalnya saya yakin ibu dosen akan selalu manis kok hehe…).