Rabu, 31 Juli 2013

walk at ubuntu 13.04

Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu 
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya 

Backsong melankolis menunggu waktu untuk bertemu. Jika mencoba memaknai apa sih yang terkandung pada judul lagu itu. Sebuah perahu terbuat dari kertas yang biasa digunakan prakarya anak2 kecil. Bisa bermain sambil belajar. Mempunyai ide dan bisa mengembangkan ide. Pemikiran itu bisa jadi dari sesuatu yang sederhana namun dari kesederhanaan itu akan menjadikan lebih besar dan lebih besar lagi tanpa mengurangi ide awal dari kesederhanaan. Gila untuk bermimpi. Itulah yang sering dilontarkan orang lain. Melihat lebih mudah daripada merasakan apa sesungguhnya yang terjadi. Berpikir bahwa dari mimpi gila ini akan tercipta karya2 yang bermanfaat.

Sebuah perahu adalah alat untuk membantu kemudahan manusia berpindah tempat karena persoalan manusia tidak bisa berjalan di air. Anggaplah dunia ini adalah air, bagaimana kita dapat berjalan, dapat terhubung antara satu dengan yang lain. Terciptalah perahu2 lain yang memaknainya, contohnya internet. Kita dapat berpindah tempat kemana yang kita inginkan dan dapat bertemu ke siapa saja yang kita inginkan malah tidak mengira dapat bertemu.

Perahu kertas mengingatkanku 
Betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati 
Kau sahabatku sendiri 

Kita lama mengenal operating system Windows untuk menjalankan komputer kita. Dari sekian lamanya sampai kita tidak menyadari bagaimana kita mendapatkannya. Kita dapat belajar banyak, membuka cakrawala kita tentang dunia komputer dengan segalanya yang bermanfaat. Windows yang kita miliki ternyata ilegal...loh kok bisa, padahal semua ada disekitar kita. Konsep pemasaran bahwa memberikan gratis sebagai contoh dan membiarkan orang mencuri barang kita untuk lebih banyak mengenal bisa kita tidak sadari dari si pembuat produk. Walau banyak barang diberikan gratis dan banyak barang dicuri namun kita tidak bisa membuatnya dengan tipe barang yang sama. Jika menyamakan ya bisa saja dan itu diperbolehkan karena memberikan ide2 yang lebih baik dan bisa menjadi saingan dalam teknologi. Bukan membedakan dari orang lain tetapi berbeda untuk memberikan kebenaran. Jalan yang baik masih banyak kok.


Hidupkan lagi mimpi-mimpi 
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya 
Reff:
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia 
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku 

Cintaku padamu…


Kata yang tepat untuk mengawali kisahku dengan operating sytem ubuntu dari linux, "Kenapa sih yang membuat tertarik untuk menggunakannya?" Hmm...ayo tuangkan semua pemikiran untuk mau berubah dan pasti akan dianggap "beda".

1. Gratis.
Siapa yang menyebutkan bahwa linux itu gratis? Bagaiman kalo untuk mendapatkan kita mesti harus terhubung dengan internet dan internet itu bayar. Ingin mendapatkan kualitas atau kuantitas, nah jawab sendiri untuk menyebut bahwa linux itu gratis.

Saya menyebutnya tetap gratis, karena untuk membayarnya tidak secara langsung ya biasa yang suka menabung hehe... Pakai internet kan bisa dimana saja, ayo sebutkan? Gratis kan...

2. Sourcenya kecil.
Wah untuk pengertian ini tentunya orang2 yang lebih mengerti IT  ya paling tidak tahu lah kenapa kalau pakai Windows suka hang kalau dipakai banyak aplikasi. Antara software dan hardware yang dibawa tidak seimbang. Bukan bicara budget namun bicara efesiensi, untuk apa aja sih yang telah kita gunakan. Source yang timbul ini karena benturan aplikasi dengan beratnya menterjemahkan bahasa pemrograman agar dapat berjalan bersama. Bila kita ingin semuanya cepat tetapi terbatas kemampuan hardware ya tadi hang deh. Linux menjawab bahwa ini kecil terjadi karena bahasa pemrogram sudah dibuat sama, maksudnya karena rambu2 dan jalur2nya sama tentu sedikit punya masalah. Ya ga sih hehe...

3.Semua ada.
Nah loh, apalagi ini... Ya, bila kita ingin aplikasi yang mendukung apa mau kita dengan mudah dan sekali lagi bilang gratis tanpa harus mencari cracknya. Ada juga yang tetep dinyatakan harus bayar namun itu memang yang mau ingin lebih. Kalo mau lebih baik mosok ga mau juga bayar ya itu namanya bukan lagi pelit tapi serakah. 

4. Tempatnya belajar.
Gimana mau? Jawaban kembali bagi para manusia yang bertakwa dan mau mengembangkan dirinya. Wuii...apa lagi nih. Kita sebenarnya dengan cukup apa yang kita miliki sudah bersyukur, nah ini diberikan dan tinggal kita mau ga untuk mengembangkannya. 

Open source, nah apalagi ini? Inilah kunci untuk mengembangkan diri kita untuk bisa memberikan lebih untuk orang lain. Tentunya jika kita mengerti akan memberikan manfaat untuk orang lain. Soal rizki, Insya Allah akan berjalan bersama deh. Rizki yang bermanfaat dan dapat dirasakan bila cara mendapatkannya kita merasakan sebagai hasil pemikiran dan tenaga kita sendiri. Mau?

Soal tempatnya belajar, banyak. Komunitas pengguna linux dapat saling memberikan ilmunya.

5. Ayo siapa mau nambahin?

Selamat datang Linux Ubuntu 13,04 with Asus x401u white.


forum ubuntu indonesia

Rabu, 17 Juli 2013

cipika-cipiki untuk ibuku sayang

Dari Muhammad bin Sirin diriwayatkan bahwa ia berkata: Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan, harga pokok kurma mencapai seribu dirham. Maka Usamah (Beliau adalah Usamah bin Haritsah, orang kesayangan Nabi Shallallahu'alaihi wasallam dan juga anak dari orang kesayangan beliau. Ibu beliau adalah Ummu Aiman, orang yang merawat Rosulullah Shallallahu'alaihi wasallam di masa kecilnya) mengambil dan menebang sebatang kurma dan mencabut umbutnya (yakni bagian di ujung pokok kurma yang berwarna putih, berlemak berbentuk sepert punuk unta, biasa dimakan bersama madu) lalu diberikan kepada ibunya untuk dimakan. Orang-orang bertanya: "Apa yang menyebabkan engkau melakukan hal itu, padahal engkau tahu bahwa pokok kurma kini harganya mencapai seribu dirham?" Beliau menjawab: "Ibuku menghendakinya. Setiap ibuku menginginkan sesuatu yang mampu kudapatkan, aku pasti memberikannya."
("Shifatush Shafwah" 1 : 522)

Kisah inspiratif membuka pandangan bahwa ibu adalah segalanya. Ada kisah pada saat ku kecil, ibu memintaku menolongnya membelikan arang untuk bahan bakar pemanas menggosok baju. Wuii..tahun berapa itu ya hehe...masih ada menggunakan alat menggosok baju dengan bahan bakar pemanas arang kayu. Hmm...tujuh puluhan akhir atau delapan puluhan awal, bertempat di Kampung Bambularangan, sebuah daerah Kelurahan Cilandak Timur di Kota Jakarta Selatan. Da bisa membayangkan bagaimana suasana sebuah kota besar, ibu kota negara pada saat itu. Hmm... Pada saat itu masih kecil, belum sekolah, ya pikirannya dan cara mengingatnya masih terbatas. Seingatnya diminta membelikan arang tapi...berapa ya??? Nah ini yang menjadi masalah.

Ibu memberikan uang seribu rupiah. Kita bisa memperkirakan berapa nilai uang seribu rupiah saat ini, jika nilai rupiah untuk saat ini sembilan ribu delapan ratusan untuk satu dollarnya (BI minggu kedua Juli 2013). Banyak kan, ya bisa diperkirakan nilainya untuk saat ini bisa mencapai sepuluh ribu rupiah. Lupa atau pastinya tidak ingat seberapa banyak untuk membeli arang kayunya. Hmm...pikir bahwa ibu akan masak besar dengan arang kayu itu, misalnya bikin sate, bakar jagung, apalagi yang enak ya... nah juga untuk bahan bakar pemanas alat menggosok baju. Begitu banyak kegunaannya, pasti ibu sangat membutuhkan banyak arang kayu itu (hehe pikiran anak kecil nih..belum sekolah). Ketika ditanya berapa ingin membeli oleh penjualnya, dijawab dengan semangat,"Semua!" Maksudnya dengan nilai seribu rupiah digunakan semua untuk membeli arang kayu. Dan...kenapa jawaban dari penjual itu seperti terpana seperti tidak percaya. Apa karena beli terlalu sedikit...?

"Kok banyak belinya? Apa bener semua?"

"Y kok tadi kata ibu." Semangat yang mulai sangsi tapi supaya lebih mudah untuk menjawabnya hehe...ya anak kecil...

Tahu gak seberapa banyak arang kayu untuk nilai seribu rupiah pada jaman itu? Hmm...jika pada saat itu sudah ada delivery order yang ditelpon bisa langsung antar, mending pakai cara itu deh. Harus pakai gerobak ckckck... Ketika semua diturunkan dari tempatnya dan melihat begitu banyaknya arang kayu yang tergeletak, bagaimana untuk membawanya. Demi ibu, semua mesti bisa dibawa... Seberapa sih anak kecil yang memang ukuran badannya kecil bisa membawa barang segerobak dan akan dibawa sendiri dengan tangan bisa dilakukan? Berbagai cara dilakukan untuk bisa membawanya.

Pemandangan yang lucu namun tidak akan lucu pada saat itu ketika mengalaminya. Sampai ada seorang bapak, tetangga rumah yang bermurah hati membantu membawakan sampai rumah. Tentu untuk akan banyak keterkejutan dari orang-orang yang dikenal sepanjang perjalanan, ada apa kok membeli arang kayu banyak, dan sampai dihadapan ibu...

Terkejut, marah, sebel, kasihan dan rasa apapun bisa muncul pada diri ibuku saat itu. Tidak harus mengembalikan kembali da seneng banget, da gpp deh diomel-omel diterima hehe... Ya merasa salah juga karena tidak begitu mendengarkan apa yang dipesankan. Demi bisa membantu ibu dan bisa melakukannya akan kulakukan. Aku sayang ibu.

HAPPY BIRTDAY MOMMY, 16 JULI 2013

Biasanya pas ngasih cipika-cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri) terus mendoakan untuk ibu tapi ini ibu yang malah mendoakan untuk anaknya yang nakal ini hehe...

"Insya Allah, ibu cepet dapet cucu dari anakku sayang."

Aamiin...Insya Allah, ibuku sayang.