Selasa, 19 Desember 2023

universitas hutan rimba

Dahulu kala, di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh hutan yang lebat, hiduplah seorang pemuda yang bercita-cita tinggi bernama Makara. Makara tumbuh di tengah masyarakat yang penuh semangat gotong royong dan kebersamaan. Setiap pagi, ia mengamati pohon besar di tengah desa yang disebut "Pohon Kehidupan". Pohon itu memberi inspirasi baginya karena lambang kehidupan yang seimbang dan harmonis.

Suatu hari, ketika Makara sedang menjelajahi hutan, ia menemukan sebuah batu berkilauan yang memancarkan cahaya keemasan. Batu itu dikenal sebagai "Batu Kebijaksanaan". Batu itu mengajarkan Makara tentang pentingnya belajar, mendapatkan pengetahuan, dan menghormati alam.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Makara memutuskan untuk belajar di sebuah perguruan tinggi yang terkenal bernama Universitas Hutan Rimbawan. Di sana, ia belajar banyak hal tentang keanekaragaman hayati, keberlanjutan, dan bagaimana menjaga keseimbangan alam.

Selama perjalanannya, Makara bertemu dengan seorang petualang bernama Citra. Citra adalah seorang penjelajah yang sangat mencintai alam dan memiliki mimpi untuk menjelajahi seluruh dunia. Bersama-sama, Makara dan Citra menjelajahi hutan-hutan yang indah dan mempelajari banyak hal dari setiap tempat yang mereka kunjungi.

Dari Pohon Kehidupan hingga Batu Kebijaksanaan, dari Universitas Hutan Rimbawan hingga petualangan bersama Citra, Makara belajar bahwa kehidupan adalah tentang belajar, menjaga keseimbangan, dan menghargai keberagaman alam semesta yang saling berkaitan dalam harmoni yang indah.

Sisingamangaraja, 19 Desember 2023

siapakah nomor induk mahasiswa pertama di perguruan negeri yang pertama didirikan pemerintah republik indonesia?

Pada tanggal 19 Desember 2023, Indonesia merayakan Hari Bela Negara dengan penuh makna. Upacara tersebut mengingatkan akan Agresi Militer II yang terjadi 75 tahun lalu oleh Belanda, saat semangat kebangsaan tak tergoyahkan meskipun Indonesia berada dalam krisis pemerintahan.

Di saat kekosongan kekuasaan, langkah berani membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Sumatera Barat menandai kelahiran Hari Bela Negara. Seiring dengan semangat kebangkitan, Universitas Gadjah Mada (UGM) berdiri pada tanggal yang sama pada tahun 1949, menjadi saksi perkembangan ilmu dan kebangkitan bangsa.

Sebagai Ulang Tahun ke-74 UGM, perjalanan panjangnya tak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga mercusuar keilmuan yang menginspirasi. Generasi penerus diingatkan untuk menjaga semangat kebangsaan, mengambil pelajaran dari sejarah, dan menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Selamat ulang tahun, UGM! Teruslah menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus dalam mempertahankan semangat kebangsaan dan bela negara.

Sisingamangaraja, 19 Desember 2023

bela negara

Tahunya tanggal 19 Desember, tepat tanggal 19 Desember 1948 terjadinya Agresi Militer II oleh  pihak Belanda. Usia 3 tahun kemerdekaan sudah ada yang tidak terima. Kenangan indah tidak ingin pergi. Kenangan ingin menguasai. Kenangan yang tidak pernah lupa bahwa pernah tinggal lama beberapa keturunan dari pertama kalinya mendaratkan di bumi nusantara yang teramat indah. Pemaksaan untuk kembali dengan alasan perdamaian dunia dan merasa milik yang hilang. Awal sebagai orang asing kemudian menjadi pemilik dan kembali asing tentunya tidak mudah untuk pergi. Jika dinalar tentu adanya egoistis sendiri. Sang pemilik ingin merebut kembali kepemilikannya yang pernah dianggap orang asing namun dihinakan.


Pagi ini, 19 Desember 2023 telah diselenggarakan upacara Hari Bela Negara. Ada kisah lain di tanggal yang sama. Awalnya berlanjut dari Agresi Militer II Belanda telah terjadi kekosongan pemerintahan Indonesia. Ibukota saat itu di Yogyakarta dikuasai Belanda, termasuk Presiden dan Wakil Presiden dijadikan tahanan. Keadaan darurat dan pemerintahan harus tetap berjalan maka dibentuklah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Sumatera Barat, tepat di Jorong Sungai Siriah, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Momen ini yang menjadikan lahirnya Hari Bela Negara, memperingati bahwa dalam kondisi darurat, Negara Republik Indonesia harus tetap berdiri.


Sisingamangaraja, 19 Desember 2023