Saya punya teman… bapak-bapak.
Umurnya sekitar 55 tahun. Usia di mana kalau bangun tidur bukan lagi “segar bugar”… tapi “alhamdulillah masih bangun.” 😄
Beliau ini perokok berat.
Beratnya bukan cuma rokoknya… orangnya juga. Paket lengkap.
---
Suatu hari, dia masuk rumah sakit.
Masih sadar, tapi katanya:
“Saya nggak bisa lihat apa-apa…”
Saya langsung mikir, ini bukan sakit biasa.
Ini udah level: hidup lagi di-*restart* sama Tuhan.
Dadanya sakit, napasnya sesak.
Nginep hampir seminggu.
Dan yang paling saya ingat, dia bilang:
“Saya takut kalau itu terulang lagi…”
Nah loh… akhirnya takut juga kan.
Biasanya kan perokok itu pede:
“Tenang aja, saya kuat.”
Padahal paru-parunya mungkin udah rapat umum tanpa izin.
---
Dokter bilang:
“Pak, berhenti merokok. Turunkan berat badan.”
Kalimat klasik dokter.
Kalau dokter bisa diganti kaset, mungkin itu yang keluar terus tiap hari. 😄
---
Pulang dari rumah sakit…
bahkan masih pakai alat bantu oksigen.
Saya mikir:
“Ini pasti tobat. Ini pasti berubah.”
Ini momen hijrah versi paru-paru.
---
Beberapa bulan kemudian…
Saya lihat… kok dia mulai merokok lagi.
Awalnya sembunyi-sembunyi.
Kayak anak SMA pacaran beda agama.
“Cuma satu kok…”
“Cuma nemenin teman…”
“Cuma… ya cuma alasan aja sebenarnya.”
---
Yang bikin saya makin kaget, suatu hari dia bilang:
“Saya bersyukur masih hidup… teman saya meninggal, katanya salah penanganan dokter.”
Saya diem.
Dalam hati saya mikir:
“Pak… ini bukan salah dokter. Ini paru-paru bapak yang demo tiap hari.”
---
Kadang manusia itu unik.
Udah pernah hampir nggak bisa napas…
udah pernah takut mati…
tapi begitu sehat dikit…
Lupa.
Kayak habis ujian.
Baru keluar ruang ujian, ditanya: “Tadi jawab apa?”
“Lupa…”
Ini hidup, Pak… bukan pilihan ganda. 😄
---
Saya dan teman-teman sempat sering ngingetin.
“Pak, inget waktu di rumah sakit…”
Lama-lama… kami capek.
Akhirnya sekarang kalau dia ngerokok, ya kami cuma lihat.
Bukan karena nggak peduli…
tapi karena sadar:
Ngomong itu gampang.
Berubah itu yang mahal.
---
Dari situ saya belajar sesuatu.
Ternyata…
takut mati itu efeknya nggak lama.
Yang lama itu… kebiasaan.
Yang susah itu bukan tahu mana yang bahaya.
Tapi berhenti dari yang terasa “nikmat”.
---
Jadi kalau hari ini kita masih dikasih napas…
masih bisa jalan…
masih bisa ketawa…
Jangan nunggu sampai semuanya itu dipinjam dulu baru sadar.
---
Karena jujur aja…
Berhenti merokok itu memang susah.
Tapi…
napas pakai selang itu jauh lebih susah.
---
Terima kasih. 🙏
Sisingamangaraja, 28 April 2026