Suami: (duduk di sofa sambil scroll ponsel) Sayang, kita makan apa malam ini?
Istri: (dari dapur) Terserah kamu aja. Aku sih ngikut.
Suami: Wah, berarti aku yang milih nih? Gimana kalau kita makan sate?
Istri: Hmm… Sate? Kayaknya nggak deh, lagi nggak pengin yang bakar-bakaran.
Suami: Oke, gimana kalau pizza? Kan kamu suka.
Istri: Pizza? Berat, Beb. Ntar kenyang banget.
Suami: (berusaha tetap sabar) Fine, gimana kalau makan mie ayam aja? Dekat sini enak tuh.
Istri: Aduh, mie ayam? Kuah-kuahan gitu nggak cocok malam-malam.
Suami: Jadi, maunya apa?
Istri: Kan aku bilang, terserah kamu!
Suami: (mulai frustrasi) Oke, kalau gitu kita pesan sushi.
Istri: Sushi? Haduuuh, mentah-mentah gitu kurang cocok malam-malam.
Suami: (menghela napas panjang) Kamu beneran ngikut, nggak sih?
Istri: Ya iyalah, aku tuh fleksibel, Beb. Kamu aja yang terlalu banyak pilihan!
Suami: (melihat jam) Ini sudah jam 10 malam, restoran pada tutup!
Istri: Hah, kok lama amat mikirnya? Sekarang mau gimana dong?
Suami: (mengerutkan dahi) Mau nggak mau, kita masak mie instan aja deh.
Istri: Ih, mie instan? Katanya tadi nggak cocok malam-malam!
Suami: (menatap istri lelah) Kamu ini gimana sih? Jadi makan apa?
Istri: Aku kan dari awal udah bilang, terserah kamu…
Suami: (tertawa tak berdaya) Kalau gitu kita puasa aja malam ini!
Istri: Ya ampun, kamu kok gampang nyerah gitu sih? Aku lapar, tau!
Suami: (meletakkan kepala di meja) Besok aja kita bahas lagi ya, Sayang…
Istri: Yaudah deh. Tapi kamu masih sayang aku kan?
Suami: (tersenyum kecil) Selalu, meski kamu nggak pernah tahu mau makan apa.
Istri: (tertawa kecil) Itu kan seni-nya, Beb. Kalau aku gampang milih, hidup kamu bakal boring!
Suami: (berpikir sejenak) Benar juga. Makan malam nggak jadi, tapi bikin aku makin cinta.
Istri: (tersipu) Awww. Oke, yuk tidur. Besok sarapan yang enak ya.
Suami: Sarapan? Kamu mau makan apa besok?
Istri: Terserah kamu aja…
Suami: (menatap langit-langit) Ya Tuhan, kuatkan hambamu ini.