Selasa, 19 November 2013

jalanku

Apakah jalan ini memang perlu dibuat? Apakah makin terhubungnya satu tempat ke tempat lain akan menjadikan satu hubungan? Jika kukatakan sebenarnya tidak perlu, apakah akan dipertanyakan pernyataanku? Apakah perubahan memang harus ada yang berubah?

Kaki menyusuri jalan yang memang sejak lama kuketahui memang jalan dari dahulu. Terus menyusuri jalan-jalan lain yang baru tahu keberadaannya dan bisa jadi bertemu dengan jalan lama. Letih bukan karena perjalanan terlalu panjang namun jalan saat ini ku belum menemukan ujung jalan sebagai akhir jalan.

Astagfirullah...

20131119, masjid al ikhlas - gunung gaing sewu

Selasa, 17 September 2013

sadao, mengejar pesawat

Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus disiapkan apa saja yang akan dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Jangan menganggap remeh dari hal yang kecil sekalipun, seperti tidak menganggap penting namun dari yang kecil itu bila kecil-kecil itu terkumpul akan lebih besar dari masalah yang ada. Berpikir dan bertindak cerdas. Jadilah tahu karena mengetahuinya.

Hari itu, semua sudah dipersiapkan. Hal terkecil sudah diupayakan sudah disiapkan. Perkara ini penting karena berada jauh dari negeri sendiri, melintas antar negara yang sudah tentu berbeda hukum dan aturan. Pesan tiket pesawat dan van jauh hari, bisa lebih mudah dan murah juga mengatur waktu perjalanan.

Perjalanan pulang ke Indonesia dari liburan, mengunjungi kekasih yang sedang menimba ilmu di Kota Hatyai - Thailand. Jadwal van, angkutan yang akan membawa ke Kota Penang - Malaysia ada tiga waktu. Pagi jam 9, siang jam 1, dan sore jam 3. Jadwal ini akan sama dengan di Penang untuk ke Hatyai, bisalah menjadi masukan bagi yang ingin jalan-jalan di kedua kota tersebut dengan dua negara yang berbeda. Pilihan pada jam 9, bermaksud akan bermalam dulu di Penang dan ingin jalan-jalan juga di sana.

Perjalanan ditempuh kurang lebih tiga jam kalau normal, tidak ada rintangan dan beda pula bila musim liburan seperti saat perjalanan ini. Nah yang menjadi pokok cerita disini. Perbatasan Sadao (nama daerah perbatasan di Thailand), pemeriksaan imigrasi, paspor. Inilah yang menjadi pelajaran dalam menggunakan paspor dinas atau paspor biasa (perjalanan biasa).

Pemeriksaan mengikuti antrian, sebaiknya mengikuti rombongan van atau bis yang mengangkut, untuk mempermudah pengawasan sesama rombongan perjalanan. Tiba giliran kekasih yang menggunakan paspor dinas (paspor sebagai tugas belajar dari kedinasan), pemeriksaan lama sekali menghubungkan antara tanggal masuk serta visa tinggal. Tanggal seperti kehilangan petunjuk, petugas bertanya deeng....bahasa thai coy.... Ngertilah maksudnya namun bagaimana untuk menyampaikannya kembali agar komunikasi bisa bersambung. Bahasa Inggris sebagai jembatan bahasa tidak bisa. Harap maklum tidak semua pegawai negeri dimana saja apalagai sebagai pejabat publik yang langsung berhadapan dengan masyarakat mengerti akan bahasa jembatan ini, bahasa Inggris. Petugas sepertinya kesulitan, kami diarahkan menuju kantor imigrasi Thailand. Petugas depan menyerah dan daripada menghambat antrian yang panjang karena musim liburan. Setelah proses pemeriksaan saya selesai, langsung mendampingi kekasihku ke kantor imigrasi.

Lagi-lagi petugas di dalam yang sepertinya Kepala Imigrasi kebingungan menghubungkan tanggal masuk dan tanggal visa tinggal. Penggunaan bahasa jembatan sudah dilakukan namun....tetep tidak nyambung begitu saja. Mungkin saja kondisi yang stres, sehingga tingkat konsentrasi menjadi labil dari petugas. Wah jika dialami proses pemeriksaan, kita pun menjadi stres karena lama menunggu. Bolak-balik kertas tapi kita tidak boleh mendekat. Ya bermaksud menerangkan tidak diberi kesempatan. Pelajaran bagi kita sebagai abdi negara, pelayanan publik harus bisa kooperatif. Jangan sok tahu walau tahu tapi tidak semua menjadi tahu.

Tidak hanya pemeriksaan yang membuat menjadi stres berat, ternyata ada salah satu teman seperjalan yang juga akan pulang ke Indonesia berharap mendapatkan jadwal penerbangannya jam 5 sore. Berpikir masih ada waktu luang yang banyak bila berangkat lebih awal tapiii... Jadinya semua penumpang resah, supir kami menghampiri, menanyakan perihal yang terjadi di antara kami dengan petugas. Jika mau menghitung detik-detik waktu, tiga jam kami berada di kantor imigrasi yang biasanya, setengah jam itu sudah termasuk antri. Akhirnya Kepala Imigrasi menyarankan, bahwa pemeriksaan akan dilanjutkan besok lagi di Kantor Imigrasi Hatyai agar visa tinggalnya tidak hilang. Penjelasannya sesungguhnya seperti menyalahkan karena tanggal yang tertera tidak jelas, loh mana kita tahu??!! Semua itu oleh petugas imigrasi sendiri yang lakukan, kita hanya mengikuti kok bisa-bisanya bicara seperti itu. Tenangkan hati dan berharap prosesnya cepat selesai dan melanjutkan perjalanan.

Dalam van kami semua terdiam. Ada perasaan tertuduh jadinya. Diam sajalah. Van melaju cepat, mengejar waktu. Waktu terbayar lebih banyak juga bagi si ibu yang akan langsung ke bandara karena harus membayar lebih dan kita semua harus menghantarkan serta tidak bisa jalan-jalan. Waktu, ditunggu dan menunggu. Hargailah.  

Selasa, 06 Agustus 2013

kutunggu selalu ramadhanku


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillahirabbil alamiin. Wassholatu wassalamu 'ala sayyidina Muhammad sayyidil mursalin wa 'ala alihii wa shohbihii ajmaiin.

Audzubillahiminasyaitonnirrajiim.

Bismillahirrahmanirrahim.

Rabbishorli shodri wayasirli amri wahlul ukhdatan milisani yafkhoukhouli.

Rabbi dzidni ilma warzukni fahma.

Ya ayyuhal lazina amanu kutiba alaykumush shiyamu kama kutiba allallazina min qablikum laa allakum tattaqun.

Shodaqollahul 'adzim.

Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah Subhana
wata'ala, yang dengan rahmat dan inayah-Nya, kita bisa silaturahim, berjama'ah dalam shalat isya dan tarawih. 

Salawat dan salam kita sampaikan untuk rasul Allah, manusia paling utama di sisi Allah agar kita sebagai pengikutnya akan mendapatkan syafa'at di akhirat nanti, Rasulullah Muhammad salallahu alaihi wassalam. 

Saudaraku, 

Ada pesan yang tentu Saudaraku juga sudah ada yang menerimanya.

Aku melihat RAMADHAN yg semakin jauh... lalu ku sapa ia,"Hendak kemana?"

Dengan lembut ia berkata, "Aku harus pergi, mungkin jauh dan sangat lama. Tolong sampaikan pesanku utk orang bernama MUKMIN". SYAWAL akan tiba sebentar lagi, ajaklah SABAR untuk menemani hari-hari dukanya, Peluklah ISTIQOMAH saat dia kelelahan dalam perjalanan TAQWA, Bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang, mintalah nasehat QUR'AN dan SUNNAH di setiap masalah yang dihadapi..... Sampaikan pula salam dan terima kasih untuknya karena telah menyambutku dengan sukacita. Kelak akan ku sambut di SURGA dari pintu AR-ROYAN. Selamat meraih pahala terbaik di detik2 terakhir Ramadhan ini. Semoga kita terpilih olehNya..... Amin ya Rabb..... 

Saudaraku, 

Jika kita mau membaca ulang dan mencari apa makna yang terkandung dari pesan itu dengan tidak sekedar ya kirim-kirim pesan sekedarnya, banyak makna yang terkandung di dalamnya dan merasakah kita akan sindiran dari pesan itu. Apakah kita masih bisa disebut sebagai seorang mukmin yang terpilih untuk menjalankan amanah sebagai seorang muslim? Apa arti Ramadhan pada diri kita masing-masing? 

SABAR untuk menemani hari-hari dukanya

Ramadhan mengajarkan kita untuk sabar dalam memulai shoum kita dengan adanya waktu sahur, menjalankan keseharian pada waktu siang hari dan malam hari, dan saat-saat menunggu waktu berbuka. Waktu itu tidak berjalan dengan indahnya namun kita harus membuat menjadi indah jika kita bersabar.

Siang dan malam dalam bulan Ramadhan adalah ibadah. Waktu ibadah yang biasanya kita menyisihkan namun pada saat ini, kita yang menentukan waktu bahwa ibadah lebih penting dan waktu dunia yang harus kita sisihkan, kita tentukan waktu tersendiri. Waktu ibadah harus lebih banyak dari waktu-waktu yang lain. Bisakah? Nah itu ujian kesabaran kita, karena itu benarkah sabar untuk menemani hari-hari dukannya. Kita yang merasa memberatkan diri maka disebut hari-hari duka. Dan sesungguhnya bahwa kebenaran yang ada adalah ya saat Ramadhan ini. Bulan Tarbiyah atau bulan pendidikan ini, mendidik kita, mengatur hidup kita sebagai seorang mukmin. Wuii...itu da lebih dari seorang muslim kan. Dan seandainya kita bisa menjalankan dalam keseharian kita? Insya Allah. 

Saudaraku,

Peluklah ISTIQOMAH saat dia kelelahan dalam perjalanan TAQWA

Sadarkah kita bahwa kita seorang mujahid, kita sedang membawa amanah sebagai seorang mukmin yang harus menegakkan kalimat tauhid, Laa ilaha illallah, Muhammad rasulullah. Kita sedang berjihad dikehidupan kita dengan cara masing-masing. Benarkah?

Kita disebut seorang muslim ketika kita dalam masjid, musholah atau kumpulan pengajian. Ketika kaki sudah melangkah keluar, benarkah kita masih seorang muslim, apalagi layakkah kita untuk disebut seorang mukmin? Jawaban hanya ada pada diri kita masing-masing.

Belajarlah dari hal-hal yang paling kecil selalu berdoa kepada Allah, dengan selalu meniatkan, mengucapkan, dan menjalankan aktivitas. Bismillahirrahmanirrahim, Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, memohon apa yang ingin kita dapatkan dan baru kita memulai aktivitas kita. Dan bersyukur untuk setiap nikmat yang telah diberikan dengan mengucapkan, Alhamdulillahirabbil 'alamiin. Allah paling dekat dengan hambaNya yang mau selalu berdoa kepadaNya, selalu meminta kepadaNya. Kecil ya namun berat untuk dijalankan dan bisa jadi seringnya lupa. Istiqomahlah selalu untuk menjalankan ketaqwaan sebagai seorang muslim dan mukmin. Insya Allah. 

Saudaraku,

Bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang

Kita pernah menyebutkan seorang “dewa” bila ada seseorang yang teramat pintar karena nilai sangat istimewa semua. Ilmunya seakan di atas langit sehingga teramat tinggi untuk dilihat, apalagi disentuh. Atau seorang pejabat yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas sehingga semua aturan ada ditangannya. Bilamana bila seseorang itu diri kita? Seorang dewa, pejabat tinggi bisa juga sebagai orang tua atau diri kita sendiri terhadap lingkungan kita.

Allah memberi rizki untuk memenuhi keperluan kehidupan kita. Ingat bahwa itu semua adalah amanah. Amanah untuk selalu menegakkan selalu panji-panji Allah Subhana wata'ala. Istigfarlah, mohon ampunlah kepada Allah sekecil apapun walau baru dalam pikiran yang terlintah bila rasa sombong itu muncul. Berbanyaklah sedekah walau di kantong baju kita hanya cukup untuk satu kali jalan, karena sekecil apapun sedekah yang kita keluarkan akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Sedekah tidak perlu ikhlas tapi kemauan. Mau? Lakukan! 

Mintalah nasehat QUR'AN dan SUNNAH di setiap masalah yang dihadapi

Bulan Ramadhan ini kita diajarkan untuk selalu bertilawah dan sebaiknya bisa sekali mentamatkan Al Qur'an. Seorang muslim harus selalu dekat dengan panduan hidupnya, apalagi seorang mukmin yang sudah harus menjalankan apa yang adalah dalam panduan hidupnya itu. Sudahkah?

Indahnya bila kita bila bisa ketika mengucapkan dan menjalankan sesuai Al Qur'an dan Sunnah-sunnahnya. Bertilawah, memahami, mengerti, dan melakukan. Semua ada dalam hati diri kita sendiri. 

Saudaraku, 

Tanyakan pada diri kita sendiri, bilakah Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita? Apa masih layakkah kita disebut seorang mukmin bila air mata kita tidak bisa keluar ketika melihat penderitaan dari saudara-saudara kita yang membutuhkan atau memang itu diri kita hanya menunggu bila ada saudara-saudara kita yang membutuhkan tanpa mau banyak memberi? Bagaimana bisa disebut seorang mukmin, yang banyak memberi atau yang banyak menerima? Tahu kelebihan kita atau tahu kekurangan kita?

Bila Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir untuk diri kita, insya Allah Ramadhan ini membuka hati kita, membuka pandangan diri kita bahwa kita bisa dan akan selalu beribadah lebih baik dan lebih baik. Saat kita mengakhiri hidup kita, Insya Allah dengan senyum kebahagiaan sebagai seorang mukmin. Bisa lebih banyak memberikan kepada orang lain dan bermanfaat untuk semua kehidupan kita walau diri kita nantinya hanya ada nama yang bisa dikenang. Semua rizki hanya dari Allah Subhana wata'ala.

Insya Allah ini dapat bermanfaat dan menjadi muhasabah bagi diri kita, terutama ditujukan pada diri saya sendiri sebagai pengingat dan akan mempertanggungjawabkan apa yang saya utarakan ini. Kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Allah dan kealpaan, kesalahan hanya pada diri saya sendiri. 

Saudaraku, 

Peluklah dari kita masing-masing bahwa kita bersaudara dan akan terus bersaudara untuk saling mengingatkan bila ada kesalahan. Teruslah ikat yang erat tali silaturahim di antara kita.

Billahi taufik walhidayah,

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 31 Juli 2013

walk at ubuntu 13.04

Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu 
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya 

Backsong melankolis menunggu waktu untuk bertemu. Jika mencoba memaknai apa sih yang terkandung pada judul lagu itu. Sebuah perahu terbuat dari kertas yang biasa digunakan prakarya anak2 kecil. Bisa bermain sambil belajar. Mempunyai ide dan bisa mengembangkan ide. Pemikiran itu bisa jadi dari sesuatu yang sederhana namun dari kesederhanaan itu akan menjadikan lebih besar dan lebih besar lagi tanpa mengurangi ide awal dari kesederhanaan. Gila untuk bermimpi. Itulah yang sering dilontarkan orang lain. Melihat lebih mudah daripada merasakan apa sesungguhnya yang terjadi. Berpikir bahwa dari mimpi gila ini akan tercipta karya2 yang bermanfaat.

Sebuah perahu adalah alat untuk membantu kemudahan manusia berpindah tempat karena persoalan manusia tidak bisa berjalan di air. Anggaplah dunia ini adalah air, bagaimana kita dapat berjalan, dapat terhubung antara satu dengan yang lain. Terciptalah perahu2 lain yang memaknainya, contohnya internet. Kita dapat berpindah tempat kemana yang kita inginkan dan dapat bertemu ke siapa saja yang kita inginkan malah tidak mengira dapat bertemu.

Perahu kertas mengingatkanku 
Betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati 
Kau sahabatku sendiri 

Kita lama mengenal operating system Windows untuk menjalankan komputer kita. Dari sekian lamanya sampai kita tidak menyadari bagaimana kita mendapatkannya. Kita dapat belajar banyak, membuka cakrawala kita tentang dunia komputer dengan segalanya yang bermanfaat. Windows yang kita miliki ternyata ilegal...loh kok bisa, padahal semua ada disekitar kita. Konsep pemasaran bahwa memberikan gratis sebagai contoh dan membiarkan orang mencuri barang kita untuk lebih banyak mengenal bisa kita tidak sadari dari si pembuat produk. Walau banyak barang diberikan gratis dan banyak barang dicuri namun kita tidak bisa membuatnya dengan tipe barang yang sama. Jika menyamakan ya bisa saja dan itu diperbolehkan karena memberikan ide2 yang lebih baik dan bisa menjadi saingan dalam teknologi. Bukan membedakan dari orang lain tetapi berbeda untuk memberikan kebenaran. Jalan yang baik masih banyak kok.


Hidupkan lagi mimpi-mimpi 
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya 
Reff:
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia 
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku 

Cintaku padamu…


Kata yang tepat untuk mengawali kisahku dengan operating sytem ubuntu dari linux, "Kenapa sih yang membuat tertarik untuk menggunakannya?" Hmm...ayo tuangkan semua pemikiran untuk mau berubah dan pasti akan dianggap "beda".

1. Gratis.
Siapa yang menyebutkan bahwa linux itu gratis? Bagaiman kalo untuk mendapatkan kita mesti harus terhubung dengan internet dan internet itu bayar. Ingin mendapatkan kualitas atau kuantitas, nah jawab sendiri untuk menyebut bahwa linux itu gratis.

Saya menyebutnya tetap gratis, karena untuk membayarnya tidak secara langsung ya biasa yang suka menabung hehe... Pakai internet kan bisa dimana saja, ayo sebutkan? Gratis kan...

2. Sourcenya kecil.
Wah untuk pengertian ini tentunya orang2 yang lebih mengerti IT  ya paling tidak tahu lah kenapa kalau pakai Windows suka hang kalau dipakai banyak aplikasi. Antara software dan hardware yang dibawa tidak seimbang. Bukan bicara budget namun bicara efesiensi, untuk apa aja sih yang telah kita gunakan. Source yang timbul ini karena benturan aplikasi dengan beratnya menterjemahkan bahasa pemrograman agar dapat berjalan bersama. Bila kita ingin semuanya cepat tetapi terbatas kemampuan hardware ya tadi hang deh. Linux menjawab bahwa ini kecil terjadi karena bahasa pemrogram sudah dibuat sama, maksudnya karena rambu2 dan jalur2nya sama tentu sedikit punya masalah. Ya ga sih hehe...

3.Semua ada.
Nah loh, apalagi ini... Ya, bila kita ingin aplikasi yang mendukung apa mau kita dengan mudah dan sekali lagi bilang gratis tanpa harus mencari cracknya. Ada juga yang tetep dinyatakan harus bayar namun itu memang yang mau ingin lebih. Kalo mau lebih baik mosok ga mau juga bayar ya itu namanya bukan lagi pelit tapi serakah. 

4. Tempatnya belajar.
Gimana mau? Jawaban kembali bagi para manusia yang bertakwa dan mau mengembangkan dirinya. Wuii...apa lagi nih. Kita sebenarnya dengan cukup apa yang kita miliki sudah bersyukur, nah ini diberikan dan tinggal kita mau ga untuk mengembangkannya. 

Open source, nah apalagi ini? Inilah kunci untuk mengembangkan diri kita untuk bisa memberikan lebih untuk orang lain. Tentunya jika kita mengerti akan memberikan manfaat untuk orang lain. Soal rizki, Insya Allah akan berjalan bersama deh. Rizki yang bermanfaat dan dapat dirasakan bila cara mendapatkannya kita merasakan sebagai hasil pemikiran dan tenaga kita sendiri. Mau?

Soal tempatnya belajar, banyak. Komunitas pengguna linux dapat saling memberikan ilmunya.

5. Ayo siapa mau nambahin?

Selamat datang Linux Ubuntu 13,04 with Asus x401u white.


forum ubuntu indonesia

Rabu, 17 Juli 2013

cipika-cipiki untuk ibuku sayang

Dari Muhammad bin Sirin diriwayatkan bahwa ia berkata: Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan, harga pokok kurma mencapai seribu dirham. Maka Usamah (Beliau adalah Usamah bin Haritsah, orang kesayangan Nabi Shallallahu'alaihi wasallam dan juga anak dari orang kesayangan beliau. Ibu beliau adalah Ummu Aiman, orang yang merawat Rosulullah Shallallahu'alaihi wasallam di masa kecilnya) mengambil dan menebang sebatang kurma dan mencabut umbutnya (yakni bagian di ujung pokok kurma yang berwarna putih, berlemak berbentuk sepert punuk unta, biasa dimakan bersama madu) lalu diberikan kepada ibunya untuk dimakan. Orang-orang bertanya: "Apa yang menyebabkan engkau melakukan hal itu, padahal engkau tahu bahwa pokok kurma kini harganya mencapai seribu dirham?" Beliau menjawab: "Ibuku menghendakinya. Setiap ibuku menginginkan sesuatu yang mampu kudapatkan, aku pasti memberikannya."
("Shifatush Shafwah" 1 : 522)

Kisah inspiratif membuka pandangan bahwa ibu adalah segalanya. Ada kisah pada saat ku kecil, ibu memintaku menolongnya membelikan arang untuk bahan bakar pemanas menggosok baju. Wuii..tahun berapa itu ya hehe...masih ada menggunakan alat menggosok baju dengan bahan bakar pemanas arang kayu. Hmm...tujuh puluhan akhir atau delapan puluhan awal, bertempat di Kampung Bambularangan, sebuah daerah Kelurahan Cilandak Timur di Kota Jakarta Selatan. Da bisa membayangkan bagaimana suasana sebuah kota besar, ibu kota negara pada saat itu. Hmm... Pada saat itu masih kecil, belum sekolah, ya pikirannya dan cara mengingatnya masih terbatas. Seingatnya diminta membelikan arang tapi...berapa ya??? Nah ini yang menjadi masalah.

Ibu memberikan uang seribu rupiah. Kita bisa memperkirakan berapa nilai uang seribu rupiah saat ini, jika nilai rupiah untuk saat ini sembilan ribu delapan ratusan untuk satu dollarnya (BI minggu kedua Juli 2013). Banyak kan, ya bisa diperkirakan nilainya untuk saat ini bisa mencapai sepuluh ribu rupiah. Lupa atau pastinya tidak ingat seberapa banyak untuk membeli arang kayunya. Hmm...pikir bahwa ibu akan masak besar dengan arang kayu itu, misalnya bikin sate, bakar jagung, apalagi yang enak ya... nah juga untuk bahan bakar pemanas alat menggosok baju. Begitu banyak kegunaannya, pasti ibu sangat membutuhkan banyak arang kayu itu (hehe pikiran anak kecil nih..belum sekolah). Ketika ditanya berapa ingin membeli oleh penjualnya, dijawab dengan semangat,"Semua!" Maksudnya dengan nilai seribu rupiah digunakan semua untuk membeli arang kayu. Dan...kenapa jawaban dari penjual itu seperti terpana seperti tidak percaya. Apa karena beli terlalu sedikit...?

"Kok banyak belinya? Apa bener semua?"

"Y kok tadi kata ibu." Semangat yang mulai sangsi tapi supaya lebih mudah untuk menjawabnya hehe...ya anak kecil...

Tahu gak seberapa banyak arang kayu untuk nilai seribu rupiah pada jaman itu? Hmm...jika pada saat itu sudah ada delivery order yang ditelpon bisa langsung antar, mending pakai cara itu deh. Harus pakai gerobak ckckck... Ketika semua diturunkan dari tempatnya dan melihat begitu banyaknya arang kayu yang tergeletak, bagaimana untuk membawanya. Demi ibu, semua mesti bisa dibawa... Seberapa sih anak kecil yang memang ukuran badannya kecil bisa membawa barang segerobak dan akan dibawa sendiri dengan tangan bisa dilakukan? Berbagai cara dilakukan untuk bisa membawanya.

Pemandangan yang lucu namun tidak akan lucu pada saat itu ketika mengalaminya. Sampai ada seorang bapak, tetangga rumah yang bermurah hati membantu membawakan sampai rumah. Tentu untuk akan banyak keterkejutan dari orang-orang yang dikenal sepanjang perjalanan, ada apa kok membeli arang kayu banyak, dan sampai dihadapan ibu...

Terkejut, marah, sebel, kasihan dan rasa apapun bisa muncul pada diri ibuku saat itu. Tidak harus mengembalikan kembali da seneng banget, da gpp deh diomel-omel diterima hehe... Ya merasa salah juga karena tidak begitu mendengarkan apa yang dipesankan. Demi bisa membantu ibu dan bisa melakukannya akan kulakukan. Aku sayang ibu.

HAPPY BIRTDAY MOMMY, 16 JULI 2013

Biasanya pas ngasih cipika-cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri) terus mendoakan untuk ibu tapi ini ibu yang malah mendoakan untuk anaknya yang nakal ini hehe...

"Insya Allah, ibu cepet dapet cucu dari anakku sayang."

Aamiin...Insya Allah, ibuku sayang.

Selasa, 08 Januari 2013

membenahi diri untuk menjadi manusiawi


Perasaan bahagia dan bingung bagaimana untuk melakukannya. Dua orang putri menjelang kedewasaan yang harus dijaganya. Usia 17 dan 12 tahun, usia yang mencari banyak perhatian untuk lebih diperahatikan. Pekerjaan dan karir selama ini telah melewatkan masa-masa ia mempunyai dua orang anak gadis. Sekarang mesti turun langsung yang biasanya dilakukan istrinya, dan lebih tepatnya menggantikan peran istrinya untuk menjaga putri-putrinya ini karena saat ini istrinya sakit keras, dirawat di rumah sakit. Sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga, mengatur rumah, mengatur rumah tangga, bekerja hmm…tentu membuat tumpukan-tumpukan pikiran dan tenaga makin menggunung. Berharap putri-putrinya menjadi anak-anak yang manis, yang menurut apa yang diinginkan orang tua menjadi anak yang baik. Dan yang ia lihat sekarang….tidak!

Putri bungsunya selalu berbuat masalah di sekolahnya. Namun yang ia tahu, putrinya bisa melakukan yang benar namun salah dalam melakukannya. Cukup dimengerti. Walau sulit untuk didekati, tentunya kedekatan seorang figur ayah yang selama ini hilang pada diri anaknya mencoba untuk didekati. Tindakan putrinya yang salah dijelaskan dengan pemahaman kebaikan bersama untuk dimengerti. Meminta maaf pada orang-orang yang pernah disakiti tentu terasa berat, untuk apa meminta maaf jika yang dilakukannya benar. Dan kenapa ayahnya mencoba untuk mengerti yang selama ini tidak mengerti akan anak-anaknya. Semua berjalan dengan baik. Ayah dan putri bungsunya bisa berjalan beriringan.

Cobaan kedua ketika ia mengunjungi putri sulungnya yang bersekolah dengan asrama. Ia memang figur ayah yang lebih untuk perhatian kepada keluarganya. Ia lebih mencukupi kebutuhan materi untuk keluarganya. Rumah yang besar dengan halaman yang luas. Semua sarana tersedia, dan untuk pendidikan anak-anaknya ia berikan yang terbaik. Padahal menurut putrinya itu adalah cara ayahnya untuk menjauhkannya dengan keluarganya. Banyak sikap dan tingkah laku putri sulungnya yang membuat pusing kepalanya. Pergaulan dewasa dengan mabuk-mabukan, bergaul sampai larut malam, ingkar pada tugas-tugas sekolah. Ia harus mengurus keluarganya. Ia harus mendekatkan keluarganya.

Cerita dibuka, seorang wanita sedang berselancar dan disinilah awal musibahnya. Wanita yang sedang berselancar itu adalah istrinya yang sedang berlibur. Namun ia tidak ikut serta karena kesibukannya bekerja dan berada di luar kota. Liburan itu yang membuat istrinya sakit dan koma yang harus dirawat dengan segala macam jarum dan selang menyentuh kulit istrinya. Ia sangat menyayangi istrinya, keluarganya. Istrinya terjatuh dan terbentur kepalanya sehingga kondisi fisiknya makin menurut setiap waktu. Dan ceritapun bergulir dari ucapan putri sulungnya kenapa ia seperti ini dan membenci ibunya walau kondisinya sakit keras. Ibunya selingkuh.

Layakkah bila ia marah mendengarnya, istri yang ia sayangi dan cintai bisa berbuat seperti itu. Liburan yang ia ketahui bahwa istrinya menginginkannya namun ia jatuh karena bersama orang lain. Saudara-saudaranya mengatakan bahwa istrinya seorang yang tegar, kuat, penyayang keluarga, dan setia namun….hal negatif yang menyakitkan memang harus dibuka karena itu awal dari kerusakan yang lain. Apakah ia harus marah besar dengan memukul orang yang telah merusak istrinya namun….ia pun sadar bahwa istrinya memang sengaja melakukannya. Akhir liburan, rencananya istrinya akan bercerai denganya. Istrinya sudah tidak tahan dengannya karena lebih mementingkan pekerjaan dan karir. Sampai bapak mertuanyapun memarahinya, kenapa ia tidak mencukupi, memberikan kesenangan-kesenangan yang diinginkan istrinya sehingga tidak terjadi hal seperti ini.

Marah, benci, sebal, semua kumpul di kepalanya. Namun ia tetap sadar bahwa ia sangat mencintai istrinya dan keluarganya. Pekerjaan yang menyita waktu adalah untuk keluarganya. Pikiran manusia memang sulit untuk dimengerti. Ia harus memaafkan. Ia harus menerima semua ini yang juga termasuk kesalahannya kalau memang itu dikatakan salah. Ia memaafkan pria yang telah menghancurkan istrinya, rumah tangganya. Ia tahu pria itu punya keluarga, punya anak seperti dirinya. Ada yang lebih berhak menghukumnya daripada dirinya sendiri yang masih banyak kesalahan. Walau harus mencari menyeberangi pulau mencari pria itu hanya untuk mengatakan bahwa istrinya, yang pernah berselingkuh dengannya saat ini sakit keras, koma di rumah sakit dan diminta untuk menjenguk terakhir kali karena pihak rumah sakit sudah menyatakan tidak ada harapan lagi untuk hidup. Semua suntikan dan selang yang masuk dalam tubuh akan dicabut dan iklas menerima kepergiannya.

Hidup akan terus berjalan bagi yang hidup. Musibah yang didapat menjadi pelajaran hidup selanjutnya. Dekat dengan keluarga lebih baik dari harta yang berlimpah namun tidak bisa dinikmati dengan keluarga. Perhatian tidak hanya dari harta namun perhatian langsung walau hanya kecil namun selalu berkelanjutan, setiap saat bertemu tentu lebih bermakna. Tidak akan sama pikiran dari kekasih kita, anak-anak kita dan tentu diri kita sendiri ketika dipandang mereka. Menyatukan bukan berarti berkeras diri namun dengan memahami adanya kebutuhan lebih bisa menyatukan. Nakalnya anak-anak adalah cermin orang tua dan selayaknya diintropeksi, bukan memarahi seperti semua kesalahan mereka. Mencari cinta lain karena kurangnya perhatian, hati-hatilah walau itu indah namun akan merusak keutuhan rumah tangga dan keturunannya walau bisa disembunyikan dengan rapat. Dan jangan sedikitpun untuk mencobanya. Selingkuh……

Sinopsis film The Descendants (2011)

i’ll be there by your side


Tahun 2012, bacalah cerita yang sudah berjalan. Tentunya banyak yang bisa diceritakan. Ingatlah bahwa ada tawa, suka, duka, semua bisa dijelaskan karena sudah terjadi. Bukan untuk mengulang kisah namun bisakah sesuatu yang baik menjadi langkah terbaik di tahun selanjutnya.

Pekerjaan, kegiatanku banyak kunjungan ke daerah. Memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat di daerah bahwa semua yang kegiatan usaha yang dilakukan mempunyai tata aturan dan kebijakan sendiri. Aturan dan kebijakan yang berlaku bukan untuk mempersulit pergerakan namun justru untuk mempermudah berjalannya usaha, pemberdayaan perekonomian masyarakat. Alhamdulillah bisa mendapatkan kartu silver Garuda Indonesia hehe… apakah ditahun yang akan datang bisa bertahan haha…(ngarep…). Bisa memberikan pencerahan kepada orang lain lebih bermakna daripada kartu silver (eh…yang bener?? Hehe…).

Awal kegiatan bisa berjalan dengan baik, penuh keceriaan dan semangat. Dipercaya untuk melakukan kegiatan tentu menjadi penghargaan tersendiri. Rencana kegiatan, rencana biaya dan bagaimana harus memenuhinya, booking hotel dan kendaraan, dan membuat laporan keuangan. Laporan kegiatan…sepertinya lupa deh… Jika arahan pimpinan jelas, tentunya rasa ketidaksenangan tidak terjadi. Anak buah hanya berjalan bila sudah diarahkan. Apakah arah itu benar atau salah, anak buah akan terus berjalan sesuai perintah. Namun bila tidak ada arahan, berjalan dengan kebenaran namun dinyatakan salah besar, bagaimana??? Bisa merasakan di skor tidak boleh melakukan kegiatan selama ±2 bulan. Hebat, kita bisa melakukannya hehe…. Kita tidak takut kekurangan rizki untuk selalu melakukan kebenaran. Semangat selalu teman-temanku, bu kabidku. Insya Allah kebenaran dan kejujuran lebih menang walau dalam perjalanan terasa sakit. Sampai akhir tahun ini dan belum tahu untuk kedepannya. Kita banyak yang dipisahkan oleh kedzaliman hehe…lebay g sih….orang-orang yang mencari mukanya karena hilang dan terlalu banyak air liurnya sehingga harus menjilati. Insya Allah kita selalu iklas dan sabar.

Pendidikan, alhamdulillah semester sebelumnya bisa mengangkat sedikit nilai yang kurang. Indeks Prestasi bisa lebih baik….malu bila temen-temen menyebut angka 3,5 itu biasa. Akunya yang salah atau tempat kuliahnya yang salah…haha….bisalah untuk menjadi yang terbaik. Semangat. Insya Allah untuk semester ini dan selanjutnya tidak lagi ada yang mengulang ya minimal C, semangatnya minimal B-. Dan nilai-nilai yang harus diperbaiki akan mendapat nilai terbaik, tidak mengulang. Skripsi, semangatnya semester depan, Insya Allah. Ayo semangat ngerjain tugas dan belajar untuk ujian.

Cinta, iswanku makin sayang. Jauh…jika dipikirkan itu jauh ya namun bila sudah menyatakan cinta, semua ini menjadi dekat. Alhamdulillah foto-foto berdua bisa ada di jalan-jalan negeri orang lain. Kota Kuala Lumpur, Kota Penang, Kota Singapura, Kota Bangkok dan tentunya Kota Hatyai dengan Kota Songkla bisa disebutkan karena kota-kota itu menjadi tujuanku menggapai Cintaku yang sedang kuliah di negeri Gajah Putih. Jangan tanya berapa tahun mesti kuliah disana namun tanyakan berapa kali bisa ketemu, dan insya Allah akan dijawab rizkinya selalu ada. Ditunggu album fotonya segera dibuat ya hehe…semangat… Salam cinta selalu untuk iswanku dan anak-anakku kelak, aku menunggumu sayang…

Keluarga, ibu dan bapak serta adik-adikku di sini juga di Semarang. I love you all. Insya Allah kita selalu berbahagia bersama.

Tahun 2013, semangat…semangat….semangat…

Anak-anakku kan hadir ditemani iswanku tercinta yang selalu dekat denganku, skripsi dan naik pangkat, karir, pekerjaan dan rizki yang jelas serta halal toyyiban. Banyak yang bisa diinginkan namun titik-titik lompatan ini bisa menjadi yang terbaik dan lebih baik. Amiin.