Kamis, 31 Desember 2009

w a h i d




Laa ilaha ilallah… Laa ilaha ilallah… Laa ilaha ilallah…

Zikir dilantunkan menghantarkan kepersemayaan yang terakhir, berharap mendapatkan tempat terindah di sisi Sang Khalik. Zikir dilantunkan menenangkan jiwa, menentramkam hati yang selalu gelisah menghadapi dunia. Zikir meruntuhkan kesombongan, keegoisan, berserah diri bahwa semua yang ada di dunia ini ada yang lebih memiliki, Sang Khalik, Allah Subhanawata’ala

Malam yang indah, malam yang menangis, hanya zikir sang pelipur lara. Merindukan kekasih, merindukan Pencipta.

Innalillahi wainna ilaihi rajiun

Semua yang ada di dunia ini ada pemiliknya dan akan kembali pada akhirnya kepemiliknya jua.

“Ya Rabbi, janganlah Engkau memalingkan hati-hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami dan berilah kepada kami rahmatMu, bahwasanya Engkaulah Tuhan yang sangat banyak pemberianNya.”

SELAMAT JALAN GURUKU, PEMIMPINKU, KAKAKKU

GUS DUR (K.H. ABDURAHMAN WAHID)

Ciganjur, 30 Desember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar