Ketika cinta melayang mengikuti angin, mengajak senyuman dalam dekapan. Ketika cinta memandang mengikuti bayang, mengajak kerinduan dalam peraduan.
Cintaku dalam keiklasan, cintaku dalam kesabaran.
--------
Telah kutinggalkan cemburu di sudut kamar gelap, telah kuhanyutkan duka pada sungi kecil mengalir dari mataku. Telah kukabarkan lewat angin segala catatan hati yang terhampar di tiap tahajud dan sujud panjangku.
Alhamdulillah.
--------
Badanku terasa bergetar menahan gejolak. Berharap udara pagi membantu menahan rasa tapi tetap begitu hebatnya bayang2 istriku menggoda.
Ingin kupejam mataku ah.. lebih baik kubuka saja memandang nyata..
--------
Malam mengalir tanpa rasa, menghanyutkan cinta. Malam berarak tanpa karsa, mengalunkan cinta. Hati menepikan kisah sang bulan menemukan bintangnya karena ia mentarinya. Cerita...
--------
Sepertinya hari2ku tak pernah ada lagi yang menunggu atau memang sebenarnya aku yang mesti iklas selalu menunggu?
Pertanyaan diri sendiri!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar