Rabu, 18 Januari 2012

jendela

[20110719, 0800] Tersenyumku bersandar pada jendela. Kicauan burung pagi menyapa salam pada kekasihnya. Suaminya pada istrinya, istrinya pada suaminya, orang tua pada anak2nya, anak2nya pada orang tuanya. Harmoni alam menyapu lembut, menelusuri jiwa2 yang kosong bahwa cinta tak perlu dicari namun telah ada pada masing-masing yang merasakan.Kicauan itu tak berhenti berkata manis. Bercakap menerangkan hati penuh keiklasan. Kutersenyum mengikuti, memimpikan kisahku yang penuh kebahagian.

Terbang hinggap dari ranting ke ranting menjemput rizki, mendarat dari tanah tinggi ke ceruk genangan, menyejukan kepenatan. Subhanallah walhamdulillah wala ilahaillah wallahuakbar.

Mimpiku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar