("Shifatush Shafwah" 1 : 522)
Kisah inspiratif membuka pandangan bahwa ibu adalah segalanya. Ada kisah pada saat ku kecil, ibu memintaku menolongnya membelikan arang untuk bahan bakar pemanas menggosok baju. Wuii..tahun berapa itu ya hehe...masih ada menggunakan alat menggosok baju dengan bahan bakar pemanas arang kayu. Hmm...tujuh puluhan akhir atau delapan puluhan awal, bertempat di Kampung Bambularangan, sebuah daerah Kelurahan Cilandak Timur di Kota Jakarta Selatan. Da bisa membayangkan bagaimana suasana sebuah kota besar, ibu kota negara pada saat itu. Hmm... Pada saat itu masih kecil, belum sekolah, ya pikirannya dan cara mengingatnya masih terbatas. Seingatnya diminta membelikan arang tapi...berapa ya??? Nah ini yang menjadi masalah.
Ibu memberikan uang seribu rupiah. Kita bisa memperkirakan berapa nilai uang seribu rupiah saat ini, jika nilai rupiah untuk saat ini sembilan ribu delapan ratusan untuk satu dollarnya (BI minggu kedua Juli 2013). Banyak kan, ya bisa diperkirakan nilainya untuk saat ini bisa mencapai sepuluh ribu rupiah. Lupa atau pastinya tidak ingat seberapa banyak untuk membeli arang kayunya. Hmm...pikir bahwa ibu akan masak besar dengan arang kayu itu, misalnya bikin sate, bakar jagung, apalagi yang enak ya... nah juga untuk bahan bakar pemanas alat menggosok baju. Begitu banyak kegunaannya, pasti ibu sangat membutuhkan banyak arang kayu itu (hehe pikiran anak kecil nih..belum sekolah). Ketika ditanya berapa ingin membeli oleh penjualnya, dijawab dengan semangat,"Semua!" Maksudnya dengan nilai seribu rupiah digunakan semua untuk membeli arang kayu. Dan...kenapa jawaban dari penjual itu seperti terpana seperti tidak percaya. Apa karena beli terlalu sedikit...?
"Kok banyak belinya? Apa bener semua?"
"Y kok tadi kata ibu." Semangat yang mulai sangsi tapi supaya lebih mudah untuk menjawabnya hehe...ya anak kecil...
Tahu gak seberapa banyak arang kayu untuk nilai seribu rupiah pada jaman itu? Hmm...jika pada saat itu sudah ada delivery order yang ditelpon bisa langsung antar, mending pakai cara itu deh. Harus pakai gerobak ckckck... Ketika semua diturunkan dari tempatnya dan melihat begitu banyaknya arang kayu yang tergeletak, bagaimana untuk membawanya. Demi ibu, semua mesti bisa dibawa... Seberapa sih anak kecil yang memang ukuran badannya kecil bisa membawa barang segerobak dan akan dibawa sendiri dengan tangan bisa dilakukan? Berbagai cara dilakukan untuk bisa membawanya.
Pemandangan yang lucu namun tidak akan lucu pada saat itu ketika mengalaminya. Sampai ada seorang bapak, tetangga rumah yang bermurah hati membantu membawakan sampai rumah. Tentu untuk akan banyak keterkejutan dari orang-orang yang dikenal sepanjang perjalanan, ada apa kok membeli arang kayu banyak, dan sampai dihadapan ibu...
Terkejut, marah, sebel, kasihan dan rasa apapun bisa muncul pada diri ibuku saat itu. Tidak harus mengembalikan kembali da seneng banget, da gpp deh diomel-omel diterima hehe... Ya merasa salah juga karena tidak begitu mendengarkan apa yang dipesankan. Demi bisa membantu ibu dan bisa melakukannya akan kulakukan. Aku sayang ibu.
HAPPY BIRTDAY MOMMY, 16 JULI 2013
Biasanya pas ngasih cipika-cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri) terus mendoakan untuk ibu tapi ini ibu yang malah mendoakan untuk anaknya yang nakal ini hehe...
"Insya Allah, ibu cepet dapet cucu dari anakku sayang."
Aamiin...Insya Allah, ibuku sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar