Sinopsis
Penulis: Mezia
K.S.
Penerbit: Edwrite
Publishing, 2019
Pertama melihat
covernya tentu membayangkan akan cerita Islami. Cerita tentang perjalanan hidup
mencari hidayah Allah Subhanawata’ala untuk hamba Nya yang terpilih. Dan
kesimpulan cerita sesungguhnya..... baca ya.
Lembaran
selanjutnya sebagai pembuka cerita tentu ada lembaran pengantar, harusnya ada
dari seseorang yang dianggap profesional atau ahli dalam sastra yang bisa mengkritisi
novel ini supaya lebih menarik perhatian. Pengantar dari penerbit serta
pengantar dari penulis sendiri. Dan ini bisa juga terdapat pada cover belakang
novel. Lembaran ini mesti di baca terlebih dahulu, karena umumnya kita bisa
mengetahui isi cerita secara umum. Menarik, lembaran pengantar ini menjadi
pembuka untuk meneruskan untuk terus membaca atau tidak. Tapiiii...seringnya ga
pernah di baca kan. Lihat daftar isi terus lihat bab terakhir hehe.... Hal ini
bisa menjadi masukan kepada penulis novel bahwa alur cerita itu penting dan
bisa menentukan bab-bab mana yang menjadi kisah yang menarik.
Lembaran
pengantar menjelaskan tentang penderitaan seorang bipolar (gangguan psikologis)
dan penjelasannya. Dugaan kembali muncul bahwa ini seperti buku saku pengajaran
psikologi atau keperawatan kejiwaan. Menarik sebagai sebuah novel? Bisa jadi malah
mundur untuk meneruskan membaca karena bisa jadi malah bosenin. Walau dalam
pengantar penulis sudah menggambarkan sedikitnya apa yang akan diceritakan
dalam novelnya. Fokus tulisan pada seorang penderita kejiwaan dan perjalanan
religi memperoleh hidayah. Masih mau baca?
Rhena, bercerita
tentang dirinya dan kehidupannya. Kehidupan saat kecil, keseharian, saat
sebagai seorang pelajar. Hidupnya bisa menjadi contoh teladan bagi orang-orang
yang mengenalnya dan tentu teman-teman sekolahnya. Terpikir bahwa hidupnya
bahagia? Kehidupan sesungguhnya ada di rumah. Sebagai bintang pelajar itu
sebagai pelarian dari pencarian perhatian dari orang tuanya yang sangat sulit
didapatkannya. Kehidupan yang serba ada secara materi namun ketiadaan dalam
perhatian hati seorang anak. Ketiadaan ini yang membawanya menjadi penghuni
rumah sakit jiwa.
Plot cerita
mengalir dengan cepat, sebab-akibat berkaitan berharap menjadi jebakan cerita
menarik. Cerita seorang anak yang kurang perhatian orang tua, orang tua yang
selalu sibuk akan pekerjaannya, kehidupan remaja yang mencari jati diri umumnya
puncak cerita sang anak menjadi orang kehidupannya negatif. Pencandu narkotik,
kriminal, atau kenakan remaja lainnya. Namun ini bercerita lain.
Rumah sakit jiwa
bercerita hitam-putih penghuninya. Hitam-putih ini bisa menjadi abu-abu. Siapa
sesungguhnya yang menjadi sakit jiwa. Pasien penderita kejiwaan atau tenaga
kesehatannya atau justru keluarga dari masing-masing dari mereka. Orang tua
Rhena yang menjadi insyaf untuk mulai memberi perhatian kepada anaknya. Dokter
dan perawat yang memberi perhatian yang terbaik bagi para pasiennya. Cerita
bisa dikembangkan bisa menjadi dramatis. Cerita ini berputar menjadi cerita
kriminal. Cerita menjadi religius. Plot cerita tiba-tiba berputar arah.
Happy ending.
Akhir cerita yang membahagiakan tentunya yang diharapkan. Rhena mencerita
dirinya sendiri sebatas yang ia ketahui. Cerita lainnya dari sang penulis
sebagai dalang dalam novel. Banyak tokoh yang ditampilkan, ayah dan ibu Rhena,
dokter Teguh, suster Mila dan suster Anna, tentunya bisa menarik bila mereka masing-masing
bisa menceritakan diri mereka sendiri sebagai penyambung kisah.
Kesalahan
penulisan halaman 84, harusnya Suster ditulis Sister. Ketidakkonsistensinya
penggunaan kata, apakah menggunakan bahasa keseharian atau bahasa Indonesia
yang baik dan benar serta juga dalam penggunaan bahasa asing. Penggunaan kata
gawai semoga mulai memasyarakat, ayo siapa yang tahu? Oren, statement, dan
masih banyak lagi kata-kata yang tidak tepat. Antara kesalahan pengetikan atau
memang ingin dipakai sebagai percakapan bahasan kesehariaan atau pergaulan.
Ide cerita
menarik. Cerita bersambung?
Pengapon, 20190801
Tidak ada komentar:
Posting Komentar