Kamis, 01 Agustus 2019

rhena dan takdir yang keruh


Sinopsis

Penulis: Mezia K.S.

Penerbit: Edwrite Publishing, 2019

Pertama melihat covernya tentu membayangkan akan cerita Islami. Cerita tentang perjalanan hidup mencari hidayah Allah Subhanawata’ala untuk hamba Nya yang terpilih. Dan kesimpulan cerita sesungguhnya..... baca ya.

Lembaran selanjutnya sebagai pembuka cerita tentu ada lembaran pengantar, harusnya ada dari seseorang yang dianggap profesional atau ahli dalam sastra yang bisa mengkritisi novel ini supaya lebih menarik perhatian. Pengantar dari penerbit serta pengantar dari penulis sendiri. Dan ini bisa juga terdapat pada cover belakang novel. Lembaran ini mesti di baca terlebih dahulu, karena umumnya kita bisa mengetahui isi cerita secara umum. Menarik, lembaran pengantar ini menjadi pembuka untuk meneruskan untuk terus membaca atau tidak. Tapiiii...seringnya ga pernah di baca kan. Lihat daftar isi terus lihat bab terakhir hehe.... Hal ini bisa menjadi masukan kepada penulis novel bahwa alur cerita itu penting dan bisa menentukan bab-bab mana yang menjadi kisah yang menarik.


Lembaran pengantar menjelaskan tentang penderitaan seorang bipolar (gangguan psikologis) dan penjelasannya. Dugaan kembali muncul bahwa ini seperti buku saku pengajaran psikologi atau keperawatan kejiwaan. Menarik sebagai sebuah novel? Bisa jadi malah mundur untuk meneruskan membaca karena bisa jadi malah bosenin. Walau dalam pengantar penulis sudah menggambarkan sedikitnya apa yang akan diceritakan dalam novelnya. Fokus tulisan pada seorang penderita kejiwaan dan perjalanan religi memperoleh hidayah. Masih mau baca?

Rhena, bercerita tentang dirinya dan kehidupannya. Kehidupan saat kecil, keseharian, saat sebagai seorang pelajar. Hidupnya bisa menjadi contoh teladan bagi orang-orang yang mengenalnya dan tentu teman-teman sekolahnya. Terpikir bahwa hidupnya bahagia? Kehidupan sesungguhnya ada di rumah. Sebagai bintang pelajar itu sebagai pelarian dari pencarian perhatian dari orang tuanya yang sangat sulit didapatkannya. Kehidupan yang serba ada secara materi namun ketiadaan dalam perhatian hati seorang anak. Ketiadaan ini yang membawanya menjadi penghuni rumah sakit jiwa.

Plot cerita mengalir dengan cepat, sebab-akibat berkaitan berharap menjadi jebakan cerita menarik. Cerita seorang anak yang kurang perhatian orang tua, orang tua yang selalu sibuk akan pekerjaannya, kehidupan remaja yang mencari jati diri umumnya puncak cerita sang anak menjadi orang kehidupannya negatif. Pencandu narkotik, kriminal, atau kenakan remaja lainnya. Namun ini bercerita lain.

Rumah sakit jiwa bercerita hitam-putih penghuninya. Hitam-putih ini bisa menjadi abu-abu. Siapa sesungguhnya yang menjadi sakit jiwa. Pasien penderita kejiwaan atau tenaga kesehatannya atau justru keluarga dari masing-masing dari mereka. Orang tua Rhena yang menjadi insyaf untuk mulai memberi perhatian kepada anaknya. Dokter dan perawat yang memberi perhatian yang terbaik bagi para pasiennya. Cerita bisa dikembangkan bisa menjadi dramatis. Cerita ini berputar menjadi cerita kriminal. Cerita menjadi religius. Plot cerita tiba-tiba berputar arah.

Happy ending. Akhir cerita yang membahagiakan tentunya yang diharapkan. Rhena mencerita dirinya sendiri sebatas yang ia ketahui. Cerita lainnya dari sang penulis sebagai dalang dalam novel. Banyak tokoh yang ditampilkan, ayah dan ibu Rhena, dokter Teguh, suster Mila dan suster Anna, tentunya bisa menarik bila mereka masing-masing bisa menceritakan diri mereka sendiri sebagai penyambung kisah.

Kesalahan penulisan halaman 84, harusnya Suster ditulis Sister. Ketidakkonsistensinya penggunaan kata, apakah menggunakan bahasa keseharian atau bahasa Indonesia yang baik dan benar serta juga dalam penggunaan bahasa asing. Penggunaan kata gawai semoga mulai memasyarakat, ayo siapa yang tahu? Oren, statement, dan masih banyak lagi kata-kata yang tidak tepat. Antara kesalahan pengetikan atau memang ingin dipakai sebagai percakapan bahasan kesehariaan atau pergaulan.

Ide cerita menarik. Cerita bersambung?

Pengapon, 20190801

Tidak ada komentar:

Posting Komentar