Tahunya tanggal 19 Desember, tepat tanggal 19 Desember 1948 terjadinya Agresi Militer II oleh pihak Belanda. Usia 3 tahun kemerdekaan sudah ada yang tidak terima. Kenangan indah tidak ingin pergi. Kenangan ingin menguasai. Kenangan yang tidak pernah lupa bahwa pernah tinggal lama beberapa keturunan dari pertama kalinya mendaratkan di bumi nusantara yang teramat indah. Pemaksaan untuk kembali dengan alasan perdamaian dunia dan merasa milik yang hilang. Awal sebagai orang asing kemudian menjadi pemilik dan kembali asing tentunya tidak mudah untuk pergi. Jika dinalar tentu adanya egoistis sendiri. Sang pemilik ingin merebut kembali kepemilikannya yang pernah dianggap orang asing namun dihinakan.
Pagi ini, 19 Desember 2023 telah diselenggarakan upacara Hari Bela Negara. Ada kisah lain di tanggal yang sama. Awalnya berlanjut dari Agresi Militer II Belanda telah terjadi kekosongan pemerintahan Indonesia. Ibukota saat itu di Yogyakarta dikuasai Belanda, termasuk Presiden dan Wakil Presiden dijadikan tahanan. Keadaan darurat dan pemerintahan harus tetap berjalan maka dibentuklah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Sumatera Barat, tepat di Jorong Sungai Siriah, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Momen ini yang menjadikan lahirnya Hari Bela Negara, memperingati bahwa dalam kondisi darurat, Negara Republik Indonesia harus tetap berdiri.
Sisingamangaraja, 19 Desember 2023
Tidak ada komentar:
Posting Komentar