Jumat, 09 Maret 2007

surat dari sahabat


Artikel Islami
23 Januari 2007 - 13:49

Untuk Calon Istriku
Oleh : Cucuk Hariyanto














Assalammu'alaikum Wr... Wb...

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take
care...
Allah selalu bersama kita





Ukhtiku...
Masihkah menungguku...?











Hm... menunggu, menanti atau whatever-lah yang
sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu...
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai
hal yang 'istimewa'
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan
yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain
yang bermanfaat













Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk
mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat
menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah
terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias
ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang
makhluk dari 'dunia lain' masuk ke jiwa













Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat
menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu











Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa
lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih
banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin
banyak























Karenanya wahai bidadari dunia...
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku
menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian
banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus
menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat
tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini 'sarang tikus'
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda
negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun
rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan
bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita
sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup
untuk diri sendiri



































Ukhtiku...
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah,
janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di
dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa
depan
Karang asaku tiada 'kan terkikis dari panjang
jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil
keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu























Ukhtiku...
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan
di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah...saat itu pasti 'kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya
kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura
keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa









Wahai perhiasan terindah...
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau
lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak
dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq
yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

















Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang
kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud
malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah
di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh...itu karena dirimu begitu mulia, begitu
suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di
jannah-Nya

















Ukhtiku...
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih
matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan
nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti
cita kita





























Ukhtiku...
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah
'kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah
pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana...
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum
manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu...
Masih banyak yang harus kucari, 'tuk bahagiakan
hidup kita nanti...





















Ukhtiku...
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang
mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung
bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku
datang...





















Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan
shalawat
Dan mendo'akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau 'kan merindukan
keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan
hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu,
ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau
'tuk dikagumi
Akulah orang yang 'kan selalu mengagumi,
mengawasi, menjaga dan mencintaimu



















Ukhtiku...
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku 'kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap
hidup

















Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau 'kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia...
'kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di
surga



















Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan
egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti...
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup





















Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan
bagimu
Semoga...





















Kau terindah di antara bunga yang pernah aku
miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku
temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku
mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku
lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa
aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa
aku miliki.....


(Dewi Khayalan - Daun Band)













Ya Allah...
ringankanlah kerinduan yang mendera
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku





















Ya Allah...
ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
ringankan langkah kami
beri kami kekuatan dan kemampuan
tuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami
terus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
yang telah Engkau berikan



Aamiin...





Wassalamu'alaikum Wr... Wb...





Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar