Rabu, 16 Desember 2009

rapuh - 6 dember 2009 sore

Kejadian itu berlalu begitu cepat. Badan terhempas di aspal berpasir. Menghiraukan tubuh apakah ada yang sakit, yang ku ingat ibundaku. Kupeluk kubangunkan. Alhamdulillah tersadar, gpp, hanya sesak di dada yang dirasakan. Terhempas menindih punggungku. Ku menyesal kenapa ini mesti terjadi bersama ibundaku.

Dari belokan pertigaan mesjid ku berlalu yang kupikir memang agak cepat tidak seperti biasanya. Jalan selanjutnya memang agak menurun. Cekungan. Menatap dikejauhan truk besar seperti truk tambang berwarna kuning melaju mendaki ke hadapanku. Karena besarnya, bermaksud menepikan jalan namun jalan berair dan berpasir karena turunan air itu seperti mengalir dan ini sering ku khawatirkan. Dan terjadi. Roda depan slip walau direm sedikit, jalan licin.

Seminggu off dari naik motor, menikmati kembali hari2ku dengan angkutan umum. Mungkin memang tubuh ini mesti banyak istirahat. Bisa tidur2 kembali di angkutan umum yang biasanya ku tetap mesti waspada dalam berkendaraan. Hari itu tak kurasa tubuhku yang sakit cuma perih2 saja karena kedua lengan dan kakiku ternyata ada luka. Hari kedua baru terasa kok ada yang ngilu2, Insya Allah gpp, terpenting ibundaku. Walau sesak di dadanya agak berkurang setelah memeriksakan diri ke Puskesmas dan diberi obat, ingin minta rujukan ke rumah sakit malah dimarahi dokternya, dianggapnya gpp jadi tidak perlu rujukan hanya perlu istirahat untuk pemulihan. Tetap Ku menyesal kenapa ini mesti terjadi bersama ibundaku.

Maafkan ananda, ibundaku. Mohon doanya ya!!!

2 komentar:

  1. Santai coi kalo pake motor,gigi 2 ato 3 ja dah cukup, apalagi kita kan dah terbatas masalah penglihatan jadi hati2 aja do, istirahat agak lama biar ga shok lagi

    BalasHapus
  2. I luv yu, my brother hik..hik...

    BalasHapus