Awal dari kata-kata marah. Tentunya itu lebih mudah dari
sekedar basa-basi dengan lemah lembut.
“Bisa mengantarku?”
“Maaf, paket liburan sudah selesai. Saya akan kembali ke
kantor.”
“Bisa mengantarku?”
Berlalu.
“Berapa kubisa membayarmu?”
“Maaf.”
Pembukaan cerita tidak lagi mengenakkan. Harga diri mesti dipertahankan
walau juga butuh uang.
Ada orang kaya, sok. Eh wajar, karena punya duit tapi... apa
mesti begitu? Kenapa mesti kenal? Toh dia tahunya, telah membayar, menikmati
apa yang telah dibayarnya dan jika tidak suka, menagih janji atas apa yang
telah dibayarnya.
Cantik.
Da ga kepingin untuk meneruskan eh...
Cantik.
...
“Aku hanyalah seorang pemandu wisata namun hatiku tulus
mencintaimu. Janganlah kamu ga suka aku, karena nantinya hatimu akan untukku.”
Janganlah egois tentang perasaan. Ketika benci menjadi cinta.
Ketika jauh menjadi dekat. Banyak kisah untuk mendekatkan hati dari
ketidaksukaan.
Kamu
Cantik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar