Selasa, 20 Februari 2018

meripyaari bindu sebuah kisah

Saya mencintaimu, menyayangimu, melihatmu tertawa, mendengarmu bernyanyi ceria. Saya senang melihatmu bahagia dengan dirinya.

Waaa... cerita apa ini?

Realita.

Bener.

Tapi ga juga harus begitu!

Penonton, pembaca, pendengar ingin sebuah cerita yang jelas, walau dalam perjalanan ada cerita yang membuat banyak pertanyaan, membuat penasaran, membuat akh... kapan ceritanya berakhir, pasti akhirnya bahagia, pasti....

Itu maunya. Tidak untuk si pembuat cerita.

Siapa?

Kamu?

Saya?

Cerita itu ada ketika sudah ada kisah yang sudah dijalankan. Bayang sepanjang badan. Peribahasa itu menjelaskan perumpaan yang mudah dimengerti.

Suka atau tidak, itu kisahnya. Bukan kamu.

Terus?

Buatlah kisah cinta sendiri.

Kamu dan kekasihmu. Bersyukurlah tidak sama dengan kisahnya.

Saya mencintaimu, menyayangimu, melihatmu tertawa, mendengarmu bernyanyi ceria. Saya senang melihatmu bahagia dengan diriku.

Alhamdulillah.

Cantik, I love you.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar