Saya mencintaimu,
menyayangimu, melihatmu tertawa, mendengarmu bernyanyi ceria. Saya senang
melihatmu bahagia dengan dirinya.
Waaa... cerita
apa ini?
Realita.
Bener.
Tapi ga juga harus
begitu!
Penonton,
pembaca, pendengar ingin sebuah cerita yang jelas, walau dalam perjalanan ada
cerita yang membuat banyak pertanyaan, membuat penasaran, membuat akh... kapan
ceritanya berakhir, pasti akhirnya bahagia, pasti....
Itu maunya. Tidak
untuk si pembuat cerita.
Siapa?
Kamu?
Saya?
Cerita itu ada
ketika sudah ada kisah yang sudah dijalankan. Bayang sepanjang badan. Peribahasa
itu menjelaskan perumpaan yang mudah dimengerti.
Suka atau tidak,
itu kisahnya. Bukan kamu.
Terus?
Buatlah kisah
cinta sendiri.
Kamu dan
kekasihmu. Bersyukurlah tidak sama dengan kisahnya.
Saya mencintaimu, menyayangimu, melihatmu tertawa, mendengarmu bernyanyi ceria. Saya senang melihatmu bahagia dengan diriku.
Alhamdulillah.
Cantik, I love you.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar