Senin, 06 Agustus 2012

akhlakul ramadhan

Alhamdulillah Ramadhan sudah berjalan sampai lebih dari tanggal 15,

 tandanya ya pas shalat teraweh, shalat witirnya sudah baca doa qunut. Hari-hari bisa bertemu, masih diberi rizki untuk bisa beribadah lebih. Hehe walau da mencuri start, sudah tilawah sebelum Ramadhan. Seringnya g pas selesainya, dan pengennya pas satu bulan Ramadhan, tilawah dah bisa tamat tiga puluh juz. Insya Allah.


Banyak rizki yang didapat. Alhamdulillah. Banyak rizki Allah limpahkan di bulan Ramadhan. Jangan sayang-sayang untuk bersedekah. Ketika ada seorang pengemis datang dan kita beri, kenapa jadinya banyak pengemis lain datang. Apakah ini akal-akalan mereka atau ini akal-akalan Allah untuk mencoba iman seorang hambaNya dalam bersedekah. Iklas itu tidak lagi berpikiran kok jadi banyak tapi kalau memang jadi banyak banget gimana hehe... Ujian keiklasan.


Inget cerita seorang teman, dia seorang pengusaha muda, keren y. Masih muda sudah menjadi pengusaha sukses, alim lagi. "Jika ada seorang pengemis datang, itulah rizki kita untuk bersedekah walau berapapun pengemis itu datang atau seorang pengamen. Makanya siapin duit recehan yang banyak." 


Satu pengemis atau pengamen datang, seribu rupiah, jika sepuluh jadinya sepuluh ribu. Seringkah kita bertemu dengan sepuluh pengemis atau pengamen? Cara Allah mengatur rizki kita supaya ada berkahnya. Cara yang kecil-kecil namun seringkali kita malah mengeluh. Bagaimana jika kita kehilangan satu dompet dengan isi uang sepuluh ribu ditambah kartu-kartu tanda pengenal, ATM, bisa jadi ada kartu kredit. Tentu perkiraan kehilangan lebih besar dari sekedar uang sepuluh ribu yang ikut bersamaan. Sederhana cara berpikirnya namun susah dalam pelaksanaan.

Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan. Sekecil apapun ibadah yang kita lakukan adalah besar artinya di mata Allah. Susah karena tidak terbiasa. Ketika terbiasa adalagi yang kita bisa katakan lebih susah. Katakan bisa, maka akan menjadi terbiasa kembali.


Cerita tilawah, tadi sudah diceritakan bahwa sudah mencuri start hehe... Gpp dong untuk memberi semangat, memberi kebiasaan ba'da shalat wajib, tilawah. Pada bulan Ramadhan, bertemu dua halaman ain tentu mempercepat jalan. Jika waktu tidak terburu-buru dan hati senang, tilawah menjadi tiga atau lebih halaman bertemu ain dapat dilakukan. Membiasakan diri hehe... Gimana ya para hafidz itu dapat menyelesaikan tiga puluh juz dengan cepat? "Membaca surat dari kekasih kok bosen?", itu kata istriku. Hehe jadi malu sendiri. Semangat! Banyak kita diberi rizki namun bersyukur dengan cara yang mudah kok kita merasa susah. Manusia memang banyak alasan pembenaran hehe...


Ghibah, bergunjing, bercerita keburukan orang lain hmm... enak rasanya. Ga ada habis bahan untuk diungkapkan. Makin digosok makin siip. Benar rupanya hehe... Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah, sampai tidurnya orang yang sedang shoum di bulan Ramadhan adalah ibadah. Seneng ga tuh hehe.. Ini cara Allah untuk menyindir kita untuk tidak berbuat ghibah. Sindiran ini sering kali membuat terlena diri kita, malah lebih banyak tidurnya. Shoum bukan berarti mengurangi aktivitas, seharusnya produktivitas makin meningkat. Bangun pagi karena sahur dan bisa shalat shubuh berjama'ah di mesjid. Bisa tilawah untuk menunggu saatnya beraktivitas, bekerja, sekolah atau kuliah. Karena berangkatnya pagi kan. Siang, tak ada makan siang, namun shalat berjama'ah di mesjid dan istirahat bertilawah. Sore bisa pulang lebih awal dan sebelumnya bisa shalat ashar berjama'ah kembali bersama teman-teman. Pulang cepat, bisa bertemu bersama keluarga untuk berbuka, berjama'ah shalat maghrib, kemudian bertilawah bersama menunggu shalat isya dan teraweh di mesjid. Semua itu kegiatan yang menyenangkan dan penuh produktivitas. Tapi kita sendiri yang suka membatasi karena kemalasan diri sendiri. Insya Allah bisa saling mengingatkan dalam beribadah dan kita menjadi hamba yang dimuliakan Allah SWT. Amiin.

6 komentar:

  1. Sedih, ramadhan sudah akan berlalu.... :(

    BalasHapus
  2. ramadhan selalu ada di hati, pelajarannya akan selalu ada di setiap bulan selanjutnya. Siip...

    BalasHapus
  3. semoga lebih rajin tilawah walau 2 bulan sekali target khatamnya. Lebih meningkatkan diri dalam beribadah wajib dan sunnahnya. Mencintai sunnah2 Rasulullah wujud cinta kita terhadap beliau. Me diingatin ya sayang :)

    BalasHapus
  4. Khatam hanya menamatkan bacaan, namun pelaksanaan keseharian dan cara berpikirnya yang diluruskan, itulah akhlakul Ramadhan wuiii...dalem tuh....

    BalasHapus
  5. Khatam Qur'an tidak hanya menamatkan bacaan, namun dengan mentadaburinya sehingga selalu ditunjukkan jalan yang lurus. Insya Allah. Bila tanpa Qur'an dan sunnah mau dibawa ke mana hidup kita? ^_^

    BalasHapus