Senin, 06 Agustus 2012

nilai terbaik


Hanya karena hasil nilai ujian yang berbeda, cara pertemanan bisa berbeda. Komunikasi bisa berjalan tidak seimbang. Ada perasaan kecil hati, bersikap bisa berubah. Merenggang, menjauh, menghilang. Psikologis memang namun bahasan perasaan yang mengartikan kita mengerti apa yang dipikirkan teman yang bisa jadi sesungguhnya sangat jauh berbeda apa yang sebenarnya terjadi.

Terbuka berkomunikasi
Persahabatan tidak mempunyai jarak. Saling membagi cerita suka maupun duka. Nah kalau pas ujian, apakah nilai-nilai persahabatan berlaku? Hehe...kalau bisa ya kenapa ga... Canggih deh kalau bisa saling memberi, dengan jarak kursi dan meja yang berjauhan sehingga pengawas bisa melihat sekecil apapun gerakan kita. Nah disini seninya saling berbagi hehe dan mendapatkan arti persahabatan. Persahabatan itu tidak menjatuhkan sahabat kita. Sahabat itu selalu memberi yang positif, bisa jadi belajar bersama. Kuliah masih ada belajar bersama? Haha...inilah kurang mengertinya arti pemberian tugas secara kelompok. Tugas kelompok itu sama seperti belajar bersama. Nilai-nilai yang diinginkan adalah tetap nilai individu. Berkelompok itu bisa menjadi sharing pengetahuan. Teman yang lebih mengerti tentu lebih bisa menjelaskan dengan teman yang agak telat untuk berpikir. Nah ngajakin belajar bersama pas malam besoknya mo ujian, gimana?? Komunikasikan kalau mau hehe..

Berpikir positif
Cara berpikir tiap-tiap sahabat kita tentu berbeda. Berpikirlah positif bahwa sahabat-sahabat kita adalah sama cara berpikirnya. Bila ga nyambung ya disambung-sambungin. Inilah komunikasi positif dan menjadi pembelajaran bersama dari berkelompok. Secara tidak langsung bisa saling belajar, bisa saling mengerti. Bersenda gurau tentu berbobor wuii.... Misalnya bahas salah satu mata kuliah yang susah hmm...ya kalau anak ekonomi, Akuntansi Manajamen misalnya. Haha... Mahluk apa itu?? Intinya mencari laba dengan cara jitu dengan tidak memperbanyak pengeluaran atau biaya-biaya. Keren kan. Nah bercandain tuh... bisa jadi bahan diskusi yang....susah..haha karena semuanya ngulang, karena dapat nilai buruk semua. Positif, tentu tetep ada jalan untuk bisa bersama dan tidak mengulangi kesalahan dengan mendapat nilai jelek kembali. Bilapun dapat lagi, positifnya, dia masih sahabat kita.

Teman adalah teman
Mahasiswa ilmu sains tentu matakuliah dasar harusnya sudah memahami dan bisa tentunya. Ga ada nilai jelek karena mereka untuk mendapatkan kursi kuliah tentunya dengan perjuangan belajar ilmu dasar itu da sangat mendalam. Tetapi mengapa dari matakuliah ini, nilai-nilai itu tidak menjadi indah. Ya beranggapan di atas langit ada langit. Selama kita menyiapkan diri di bangku sekolah, ilmu-ilmu dasar itu menjadi sangat berbeda di perkuliahan. Mosok? Menjadi sangat susah. Kenapa pertemanan menjadi berbeda. Teman adalah teman, ilmu itu tetap sama dan banyak ditambahkan hehe... Matematika Dasar adalah sama dengan Matematika di sekolah. Bisakah kita selalu mengajak teman kita untuk selalu dekat bersama?

Nilai terbaik bersama
Inilah yang dicari. Persahabatan adalah mendapatkan nilai terbaik bersama. Bilapun berbeda, dia, aku dan semuanya masih bersahabat.

2 komentar:

  1. Bila atas nama persahabatan, saling memberi jawaban diperbolehkan, kemudian mengapa hal ini digolongkan dalam ketidakjujuran dlm ujian? Berhasilkah proses pendidikan? Sedangkan tujuan utama pendidikan adalah pembangunan karakter bangsa. Dlm ujian tertulis, tidak hanya pengetahuan yg dinilai, tp luluskah kita dlm ujian moral dg Sang Penguji Utama langsung sebagai Pengawas saat ujian?

    BalasHapus
  2. weiiii....ada dosen yang mengulas hehe.....ngumpet dech....

    BalasHapus