Sabtu, 08 Maret 2025

di bulan Ramadhan terdapat orang yang benar-benar merugi

Kultum Ramadhan - Tarawih 8 Ramadhan 1446 H / 8 Maret 2025 M - Orang yang Terhalang Kebaikannya di bulan Ramadhan


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, was shalatu was salamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma Ba’du.


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan yang penuh berkah, bulan yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Bapak, Ibu. Hadirin jama’ah shalat Isya dan Tarawih, rahimakumullah,

Pada kesempatan yang mulia ini, kita akan membahas, ‘Orang yang Terhalang Kebaikannya di bulan Ramadhan’. Marilah kita merenungkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Hibban, suatu saat Rasulullah ﷺ menaiki mimbar dan tiba-tiba mengucapkan kata "Aamiin" sebanyak tiga kali. Akhir kajian para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau mengucapkan kata ‘Aamiin’ sebanyak tiga kali?". Rasulullah ﷺ  menjawab, "Jibril datang kepadaku dan berkata: ‘Celakalah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, tetapi dosanya tidak diampuni.’ Maka aku mengucapkan: ‘Aamiin.’” (HR. Ahmad, 7443; Ibnu Hibban, 907).

Subhanallah, hadits ini memberikan peringatan kepada kita bahwa seseorang yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan adalah orang yang benar-benar merugi. Padahal, Allah telah membuka begitu banyak pintu kebaikan di bulan yang penuh rahmat ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah kesempatan besar bagi kita untuk lebih dekat kepada Allah dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan beristighfar. Namun sayangnya, ada orang-orang yang melewatkan bulan ini tanpa mendapatkan ampunan. Siapakah mereka?

1. Orang yang tidak meninggalkan dosa dan maksiat

Ramadhan adalah bulan pengampunan, tetapi bagaimana seseorang akan mendapatkan ampunan jika dia tetap berbuat maksiat? Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang ia tahan saat berpuasanya." (HR. Bukhari, 1903)

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk dosa, termasuk dusta, ghibah, dan kezaliman.

2. Orang yang tidak memanfaatkan malam-malam Ramadhan untuk ibadah 

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa yang menegakkan (shalat malam di) bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari, 37; Muslim, 759)

Namun, ada orang-orang yang lalai. Waktunya justru dihabiskan untuk hal yang sia-sia, begadang tanpa manfaat, dan malas beribadah. Mereka melewatkan kesempatan besar untuk mendapatkan ampunan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

3. Orang yang tidak memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah sangat menyukai orang-orang yang bertaubat. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Setiap anak Adam itu banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat." (HR. Tirmidzi, 2499)

Jika seseorang tidak memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memperbanyak istighfar, berarti ia telah menyia-nyiakan kesempatan emas.


Hadirin Jama’ah shalat Isya dan Tarawih, rahimakumullah,

Penutup, Ramadhan adalah bulan rahmat, maghfirah, dan pembebasan dari api neraka. Janganlah kita menjadi orang yang disebut dalam hadits Rasulullah ﷺ sebagai orang yang merugi karena tidak mendapatkan ampunan di bulan ini. Mari kita gunakan waktu yang tersisa untuk memperbanyak ibadah, istighfar, dan menjauhi segala bentuk maksiat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufik kepada kita semua untuk menjalani Ramadhan ini dengan penuh keberkahan dan mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

Maha Suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Billahi taufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar