Mentari pagi menyapa ladang,
Embun berkilau di ujung daun.
Cukuplah mata memandang tenang,
Walau rasa tiada berlagu di daun.
Burung tempua hinggap ke ranting,
Nyanyian riang menghiasi hari.
Tak perlu nama terucap di angin,
Doa bahagia tetap diberi.
Bunga melati di taman meluruh,
Harumnya tinggal mengiring waktu.
Tak paham rasa yang tersirat utuh,
Namun damai jika ia bertemu restu.
Bulan sabit tersenyum perlahan,
Menjaga malam yang hening berbalut.
Cukup melihatnya dalam bayangan,
Rindu pun reda, hati pun tunduk.
Angin senja membelai perlahan,
Daun gugur tak bersisa lagi.
Semoga bahagia menjadi jalannya,
Walau diriku tak berarti di sini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar