Untuk Cantikku, separuh nafasku,
teman seperjalanan 17 tahun penuh warna,
Assalamu’alaikum, Cantik.
D'Colomadu - Solo, 20 Juli 2025. Hari ini genap 17 tahun kita bersama. Rasanya seperti baru kemarin aku nekat melamar kamu, dengan bekal rasa cinta, mimpi, dan keberanian yang kupaksakan ada. Seiring waktu, ternyata aku belajar: cinta itu tidak cukup hanya sekadar rasa, tapi juga harus jadi tekad, sabar, dan kesetiaan yang kita buktikan setiap hari.
Cantik, terima kasih…
Terima kasih sudah selalu menjadi teman tertawa di hari-hari ringan, juga jadi teman menangis di hari-hari berat. Terima kasih sudah menjadi pundak yang tak pernah menolak sandaran, juga menjadi pengingat sabar saat hati ini nyaris menyerah. Terima kasih atas semua koreksi, semua nasihat, semua doa yang kau panjatkan diam-diam, untukku, untuk kita.
Maafkan aku, Cantik… atas segala salahku, atas keras kepala dan cuekku, atas mulutku yang kadang kurang manis, atas hati yang kadang kurang peka. Aku sadar, cinta yang baik itu tak cukup hanya diucap, tapi juga harus diperjuangkan dan dijaga setiap saat. Dan aku berjanji, aku akan terus belajar, supaya kelak aku jadi suami yang lebih lembut, lebih sabar, lebih layak kau cintai.
Cantik, kita mungkin belum Allah titipi anak—belum, insyaAllah suatu hari nanti. Tapi lihatlah: Allah sudah titipkan kita banyak hal yang juga indah: titipkan rasa saling menguatkan, titipkan kesetiaan yang tidak semua orang punya, titipkan cinta yang meskipun pernah diombang-ambingkan ujian, tetap kembali berlabuh di hati masing-masing.
Lucu juga ya, dulu kita kira bahagia itu soal punya ini-itu. Ternyata bahagia itu sederhana: saat kita masih bisa saling menggenggam tangan, masih saling menertawakan hal-hal kecil, dan saling mengingatkan untuk tidak putus harap dari rahmat Allah.
Jadi, surat ini juga untuk diriku sendiri: agar aku tak pernah lupa bersyukur atasmu, agar aku selalu ingat untuk memelukmu lebih sering, dan berterima kasih padamu lebih tulus. Karena kamulah rumahku, kamulah teman terbaikku, kamulah separuh jalan panjangku menuju ridha Allah.
Selamat anniversary ke-17, Cantikku.
Semoga kita selalu jadi pasangan yang saling jatuh cinta, meski uban makin bertambah dan lutut makin berderit. Semoga Allah segera titipkan keturunan yang jadi penyejuk mata. Tapi kalau pun belum, semoga Allah tetap titipkan hati yang selalu penuh cinta dan sabar.
Aku cinta kamu.
Suamimu yang kadang konyol, kadang keras kepala, tapi tak pernah berhenti menyayangimu.
🌿❤️
Tidak ada komentar:
Posting Komentar