Selasa, 02 Juni 2026

#rica-ricu_45 - Intrik di Bulukatiga - Kisah Bambang Pramusinta-1

Roda nasib Kerajaan Bulukatiga sempat berputar dengan sangat kacau. Prabu Tegalelana, sang penguasa, pernah merasakan getirnya digulingkan oleh Batara Kala yang menyamar sebagai Raden Arjuna palsu. Statusnya diturunkan menjadi patih, sementara takhtanya dirampas. Beruntung, setelah kekacauan itu diredam oleh Raden Arjuna yang asli—dalam wujud Resi Endrasekti—ampunan pun datang. Arjuna mengembalikan takhta Bulukatiga ke tangan Tegalelana setelah Batara Kala terusir kembali ke kahyangan.

Namun, alih-alih memanfaatkan kesempatan kedua ini untuk memakmurkan negeri, Prabu Tegalelana justru terjebak dalam dilema batin yang pelik.

Suatu hari, ruang pertemuan istana tampak sunyi. Pertemuan rahasia digelar, hanya dihadiri oleh sang raja, adiknya yang bernama Raden Tegamurti, dan Patih Kuntalabahu. Agenda hari itu sama sekali tidak menyentuh urusan kesejahteraan rakyat atau pertahanan negara. Mereka berkumpul demi mengurai benang kusut asmara yang sedang menyiksa hati Prabu Tegalelana.

Petaka di Tengah Jalan dan Pertemuan yang Mengubah Segalanya

Semua bermula dua bulan lalu. Dalam perjalanan pulang dari Kerajaan Dwarawati setelah menghadap Prabu Kresna dan Raden Arjuna, rombongan raja dihadang oleh seekor harimau liar yang ganas. Para prajurit yang sudah kelelahan tak mampu berbuat banyak. Di saat maut nyaris menjemput Prabu Tegalelana, seorang pemuda desa bernama Bambang Pramusinta dari Pandansurat muncul sebagai juru selamat.

Dengan kesaktian yang luar biasa, pemuda itu membanting sang harimau berkali-kali hingga binatang buas itu lari tunggang-langgang tanpa perlu dibunuh. Sebagai bentuk rasa syukur dan balas budi, Prabu Tegalelana langsung mengangkat Pramusinta menjadi punggawa kerajaan.

Namun, petaka sesungguhnya justru terjadi keesokan harinya.

Bambang Pramusinta datang ke istana untuk menyerahkan hasil bumi, ditemani oleh istrinya, Endang Rayungwulan. Sang istri berniat menghaturkan terima kasih langsung karena suaminya kini tak lagi menganggur. Begitu pandangan mata Prabu Tegalelana membentur kecantikan jelita Endang Rayungwulan, runtuhlah pertahanan sang raja. Ia terkesima, terpesona, dan sejak hari itu, bayang-bayang wajah Rayungwulan terus menghantuinya hingga ia menderita insomnia akut selama dua bulan.

"Aku tidak sanggup lagi memendam perasaan ini," aku Prabu Tegalelana di hadapan adik dan patihnya.

Rencana Licik Memanfaatkan Sang Penengah Pandawa

Mendengar keluh kesah kakaknya, Raden Tegamurti langsung menangkap inti masalah: sang raja telah jatuh cinta pada istri bawahannya sendiri. Tegamurti sempat heran, mengapa kakaknya yang memegang kekuasaan tertinggi tidak langsung merebut wanita itu saja?

Prabu Tegalelana menggeleng cemas. Ia jujur mengakui bahwa ia gentar. Kekuatan Bambang Pramusinta yang mampu menaklukkan harimau dengan tangan kosong membuat sang raja ciut nyali jika harus berhadapan langsung sebagai musuh.

Melihat ketakutan kakaknya, otak licik Raden Tegamurti mulai bekerja. "Untuk menghadapi orang sakti, kita harus meminjam tangan orang sakti lainnya," usul Tegamurti.

Nama Raden Arjuna langsung terlintas di benak Prabu Tegalelana. Arjuna jelas mampu menandingi Pramusinta, tetapi bagaimana cara membujuk kesatria Madukara itu agar mau mengotori tangannya?

Tegamurti tersenyum licik. Ia paham betul titik lemah sang Penengah Pandawa. Selain sakti, Arjuna terkenal sebagai pengagum wanita cantik. Koleksi istrinya di Madukara saja ada empat—Dewi Sumbadra, Dewi Srikandi, Dewi Larasati, dan Dewi Sulastri—belum lagi deretan istri di tempat lain seperti Dewi Ulupi hingga Dewi Jimambang. Maka, umpan terbaik untuk Arjuna adalah seorang wanita.

"Siapa wanita yang akan kita korbankan?" tanya Prabu Tegalelana penasaran.

Dengan enteng, Tegamurti menyebut nama Dewi Tegawati, adik bungsu mereka sendiri. Rencananya begini: Dewi Tegawati akan ditawarkan kepada Arjuna. Sebagai imbalannya, Arjuna akan diminta menyingkirkan Bambang Pramusinta.

Strategi ini dinilai sebagai taktik sekali dayung, dua pulau terlampau:

  1. Prabu Tegalelana akan naik kasta menjadi kakak ipar dari Raden Arjuna yang perkasa.

  2. Bambang Pramusinta akan tewas, yang berarti jalan Prabu Tegalelana untuk menikahi Endang Rayungwulan terbuka lebar tanpa ancaman.

Mendengar analisis keuntungan yang begitu menggiurkan, Prabu Tegalelana tidak butuh waktu lama untuk berpikir. Logika dan moralitasnya telah kalah oleh ego dan nafsu. Tanpa ragu, sang raja mengetuk palu persetujuan untuk menumbalkan adiknya sendiri demi merebut istri orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar